Fadli Zon (Foto: Tempo.co)

“Itu kan pernyataan pribadi bukan atas nama partai. Saya juga sudah berkomunikasi dengan Pak Prabowo dan beliau juga menyampaikan hal yang sama bahwa apa yang dinyatakan terkait PDIP itu sikap pribadi dan sama sekali bukan sikap partai,” kata Fadli kepada wartawan ketika ditemui Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa (1/8).

Lebih lanjut, Fadli menegaskan, karena pernyataan dari Arief itulah, pihaknya akan memberikan teguran kepada yang bersangkutan, meskipun hal itu sikap dari Arief secara pribadi.

“Kami di Gerindra saling menghormati sesama parpol, mitra dalam berdemokrasi jadi artinya yang bersangkutan juga akan ditegur dan akan dimintai pertanggungjawaban atas ucapan-ucapannya itu yang merupakan pernyataan di luar garis partai,” katanya.

Demi mencegah terjadinya kesalahpahaman, Fadli mengaku telah diperintah Prabowo untuk mengklarifikasi ujaran Arief.

“Dan itu tadi dinyatakan sendiri oleh Pak Prabowo kepada saya untuk mengklarifikasi agar tak menimbulkan seolah-olah ada pernyataan tersebut merupakan sikap Gerindra,” paparnya.

Menurutnya, tindakan Arief ini akan ditegur dan diperingati. Arief juga akan dipanggil oleh DPP Gerindra untuk keterangan lebih lanjut. Selain teguran, hal lain yang akan dihadapkan pada Arief adalah sidang etik dari DPP Partai Gerindra. Namun, Fadli enggan mengatakan bahwa pemecatan akan dilakukan. Partai Gerindra harus mengkaji dan mengikuti mekanisme yang ada.

“Ya itu tanggung jawab pribadi ya. Tak ada kaitan dengan partai. Kita sangat menghormari setiap partai politik berjuang untuk kepentingan rakyat yang jumlahnya sangat besar dan banyak sehingga kita tak melihat partai politik lain sebagai musuh, tapi mitra dalam demokrasi. Kalau ada kompetisi ya wajar lah dalam pemilu misalnya. Ada perdebatan ya perdebatan yang argumentatif,” jelas Fadli.

Menurutnya, sebagai pribadi yang bertanggung jawab, tentunya sudah wajar bagi Arief untuk melakukan permintaan maaf kepada PDIP. Partai Gerindra sendiri belum memutuskan akan melakukan permintaan maaf terhadap tingkah laku kadernya tersebut, tapi Fadli secara pribadi juga memohon pengertian dari PDIP.

“Ya kalau saya bisa mewakili ya saya katakan itu bukan sikap partai dan mohon maaf kalau ada hal yang dianggap kesalahpahaman,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono sudah melakukan klarifikasi dan memohon permintaan maaf kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan seluruh jajaran PDIP dengan tanda tangan di atas materai.

Hal ini sebagai buntut dari rencana PDI-P yang akan mempolisikan Arief karena pernyataan bernada miring itu.

“Bersama ini, terkait pemberitaan di beberapa di media massa yang menyebutkan pernyataan saya yang mengatakan, ‘WAJAR SAJA KALAU PDIP SERING DISAMAKAN DENGAN PKI KAREN MENIPU RAKYAT’. Dengan ini saya mengklarifikasi bahwa saya tidak bermaksud mengatakan bahwa PDIP adalah PKI dan menipu rakyat. Dan tidak benar PDIP itu adalah PKI serta menipu. Sebab PDI-Perjuangan adalah Partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan berlandaskan Pancasila dan bekerja serta memperjuangkan rakyat Indonesia untuk kemakmuran bangsa dan negara,” kata Arief melalui keterangan tertulisnya hari ini.