Jakarta, Triknews.net – Meski Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Puyuono, sudah menulis surat permintaan maafnya kepada PDIP terkait pernyataannya yang menyamakan partai bergambar banteng itu dengan PKI, namun jalur hukum akan tetap ditempuh oleh PDIP.

Penegasan tersebut disampaikan oleh politikus PDIP, Alex Indra Lukman. Menurutnya, DPP PDIP akan menyikapi pernyataan miring dari Arief tersebut secara hukum. Dia mengatakan kejadian serupa pernah terjadi di Sumatera Barat.

“Pernah terjadi hal yang mirip di DPRD Padang oleh anggota DPRD tingkat 2 dari Gerindra. Kami proses secara hukum,” kata Alex saat dihubungi awak media, Selasa (1/8).

Lebih lanjut, Alex menuturkan kalau tudingan miring dari Arief tersebut dibahas secara serius di internal partainya, dan hasilnya PDIP tetap tak akan memberi toleransi kepada Arief yang sudah menggulirkan pernyataan bersifat provokatif.

“Kami tidak akan mentolerir penghinaan, apalagi yang bersifat provokatif,” tegasnya.

Sebelumnya, Arief sudah meminta maaf secara terbuka kepada PDI-P atas pernyataan miringnya tersebut.

Permintaan maafnya itu disampaikan Arief secara tertulis yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000.

“Bersama ini, terkait pemberitaan di beberapa di media massa yang menyebutkan pernyataan saya yang mengatakan, ‘WAJAR SAJA KALAU PDIP SERING DISAMAKAN DENGAN PKI KARENA MENIPU RAKYAT’, dengan ini saya mengklarifikasi bahwa saya tidak bermaksud mengatakan bahwa PDIP adalah PKI dan menipu rakyat,” kata Arief dalam surat tertulisnya, Selasa (1/8).