Jakarta, Triknews.net – Ada sebuah ironi ketika melihat sikap yang ditunjukkan oleh Presidium Alumni (PA) 212 belakangan ini. Pasalnya, belum lama ini, mereka tampak bermuka dua dan cepat sekali merubah sikap terkait dengan pimpinan Perindo, Hary Tanoesoedibjo.

Bos MNC Group itu sempat dibela PA 212 terkait dengan kasus dugaan ancaman SMS yang dilakukan oleh Hary Tanoe terhadap jaksa Yulianto. Menurut PA 212, penetapan tersangka terhadap Hary Tanoe sebagai bentuk kriminalisasi. Karena itu, PA 212 sempat melaporkan dugaan kriminalisasi atas Hary Tanoe itu ke Komnas HAM.

Tetapi, lain dulu (saat masih sekubu di pihak oposisi), lain sekarang. Kini, saat Hary Tanoe dan partai yang dipimpinnya (Perindo) mewacanakan akan mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang, PA 212 mulai memainkan isu sentimen agama atas Hary Tanoe yang dahulu tak pernah dipersoalkan.

Hal itu ditunjukkan oleh Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif saat ditanya mengenai gelagat Hary Tanoe dan Perindo akan mendukung Jokowi di kontestasi politik paling akbar mendatang itu.

Menurut Slamet, pihaknya tidak kaget dengan gelagat tersebut. Sebab, baik Hary Tanoe dan Jokowi, berasal dari kelompok yang sama, yakni kelompok naga alias taipan, konglomerat bermodal kuat yang memiliki jaringan bisnis di China.

Lebih lanjut, Slamet menegaskan kalau kelompoknya akan tetap memperjuangkan dan mendukung pemimpin muslim.

“Alumni 212 tetap akan mempertahankan, mendukung muslim untuk memimpin umat muslim. Sampai kapan pun Alumni 212 tidak akan memberikan dukungan kepada nonmuslim untuk memimpin mayoritas muslim. itu sudah baku,” kata Slamet kepada wartawan, Kamis (3/8).

Pernyataan tersebut tampaknya diarahkan kepada Hary Tanoe yang notabene seorang non-muslim.

Hal ini menjadi ironi tersendiri, sebab sebelumnya, PA 212 sempat menyatakan dukungan untuk membela Hary Tanoe yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ancaman SMS terhadap jaksa Yulianto. Saat itu jabatan ketua Presidium Alumni 212 dipegang Ansufri Idrus Sambo.

Sambo menjelaskan, pembelaan terhadap Hary Tanoe sebagai bentuk solidaritas, meskipun yang bersangkutan adalah seorang nonmuslim. Menurutnya, bos MNC Group itu telah banyak membantu kelompoknya dari sisi pemberitaan.

“Siapapun orang kafir yang dizalimi ya kami harus bela. Kami tidak milih orang,” kata Sambo saat aksi bela Hary Tanoe di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (14/7)

Tak lama setelah aksi dukungan itu, jabatan ketua yang dipegang Sambo digantikan oleh Slamet Maarif. Sambo dikabarkan mengundurkan diri dari PA 212.