Jakarta, Triknews.net – Ketua GP Ansor Bogor, KH. Abdullah Nawawi, menyatakan bahwa Pancasila dan NKRI, seharusnya tidak diteriakkan dengan slogan ‘harga mati’, tetapi ‘harga hidup dunia akhirat’.

Alasannya, karena setelah kehidupan di dunia ini, bangsa Indonesia akan menjalani kehidupan di akhirat. Dan saat di akhirat nanti, kita akan membawa amalan-amalan yang dilakukan di dunia berdasarkan nilai-nilai baik sebagaimana terdapat di dalam Pancasila dan NKRI.

Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam dialog publik dengan tema ‘Membangun Persatuan Nasional, Menangkan Pancasila’ yang diadakan oleh Aliansi Relawan Pancasila (ARP) Kabupaten Bogor di RK Pinus 01 Fakultas Pertanian Agronomi dan Holtikultural, IPB Dramaga, Sabtu (5/8) kemarin.

Menurutnya, sekalipun bangsa Indonesia harus mengamalkan Pancasila, tetapi Pancasila itu bukan agama. Melainkan pedoman yang mempertemukan umat beragama antara yang satu dan yang lain.

“Pancasila itu bukan agama. Tapi titik temu umat beragama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kiai Nawawi menyatakan bahwa bangsa Indonesia harus memperlakukan Pancasila sebagai tata tertib dalam hidup bersama.

“Pancasila bukan satu jalan, tapi titik temu orang yang berjalan berbeda. Pancasila adalah sebagai tata tertib bangsa dan umat beragama yang hidup di Indonesia,” ujarnya.

Dia mengibratkan kondisi pengamalan Pancasila saat ini dengan orang sakit yang memenuhi rumah sakit. Sebelumnya, rumah sakit sepi dari orang sakit, tapi dengan beberapa sebab, rumah sakit bisa dipenuhi banyak oranga sakit.

Pengamalan Pancasila pun demikian situasinya. Ada banyak orang yang tiba-tiba tidak Pancasilais, di mana satu sama lain tiba-tida saling benci, saling maki dan saling menghujat.

Karena itu, dia mengingatkan agar masyarakat saling menjaga keharmonisan dalam hidup bersama.

“Jaga keharmonisan sebelum datang kebencian,” sarannya.

Pengamalan Pancasila, lanjut Kiai Nawawi, ibarat pengamalan shalat. Ketika shalat dimulai, lalu menggucap takbir Allahu Akbar, maka orang yang shalat harus bisa menciptakan kedamaian dan ketentraman.

“Bukan Allahu Akbar menciptakan bom,” katanya.