Jakarta, Triknews.net – Meskipun PT PLN (Persero) sudah berupaya melakukan banyak efisiensi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap memerintahkan kepada perseroan untuk kembali melakukan efisiensi biaya produksi listrik dengan cara mengecek ulang biaya selama proses produksi. Hal itu agar tidak membebani tagihan listrik pelanggan.

Perintah itu disampaikan Jokowi di hadapan hadirin saat meresmikan pembangunan dan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang terletak di Serang, Banten, Kamis (5/10) kemarin.

Arahan Jokowi terkait efisiensi biaya selama proses produksi, yakni agar mengecek ulang harga energi primer pembangkit khususnya batu bara dan proses transportasi.

“Ini masalah efisiensi, agar semua biaya-biaya itu di-cek betul secara detil baik yang harga batu bara, baik yang biaya transportasi angkut batu bara,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, jika PLN tak bisa efisien maka akan sangat berpengaruh kepada harga jual listrik. Tentu saja hal ini akan memberatkan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengingatkan kepada PT PLN (Persero) untuk mengurangi penggunaan pembangkit yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pengurangan tersebut untuk meningkatkan efisiensi sehingga harga listrik bisa terjangkau.

Jonan telah memberikan arahan kepada direksi PLN untuk melakukan efisiensi dalam berbagai hal. Beberapa bentuk efisiensi tersebut adalah dengan mengkaji ulang penggunaan energi primer pada pembangkit dan perawatan berkala infrastruktur kelistrikan.

“Saya sudah katakan, PLN harus melakukan efisiensi dalam semua kegiatan,” kata Jonan belum lama ini.