Jakarta, Triknews.net – Manager Niaga PT PLN (Persero) Wilayah Kaltimra, Isdenta Sinurat, menuturkan kalau pihaknya menargetkan pertumbuhan pelanggan sebesar 6% hingga akhir 2017. Perseroan mencatat realisasi pertumbuhan pelanggan baru mencapai 2% pada Agustus silam.

Lebih lanjut, Isdenta mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya sempat menargetkan pertumbuhan sebesar 9%. Namun kemudian target tersebut direvisi dan disesuaikan dengan kondisi perekonomian daerah yang belum membaik secara signifikan.

Tahun lalu, pertumbuhan pelanggan ditargetkan sebesar 9% dan berhasil tercapai pada akhir tahun. Isdenta mengatakan keberhasilan itu dikontribusi oleh kegiatan pertambangan.

“Tahun lalu masih ada sisa kegiatan pertambangan batu bara, sedangkan tahun ini, dampak atas tutupnya perusahaan tambang tahun lalu baru terasa,” ujarnya, Jumat (6/10) lalu.

Dia juga berpendapat bahwa penurunan harga komoditas unggulan Kaltim selama 5 tahun terakhir membawa dampak pada pertumbuhan pelanggan, khususnya pada sektor pertambangan.

Namun demikian, pertumbuhan pelanggan masih terdongkrak oleh sektor industri lainnya. Ini terutama pada bidang-bidang jasa seperti perbengkelan.

Dia menargetkan akan ada penambahan sampai dengan 60.000 pelanggan baru. Sementara itu jumlah pelanggan terdaftar saat ini mencapai 1 juta lebih.

“Realisasinya sekarang sudah sekitar 51.000. Jadi yakin saja nanti target pertumbuhan pelanggan akan tercapai, kurang empat bulan lagi kami rasa 4% bisa tercapai,” sambungnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan pertumbuhan pelanggan baru tidak sejalan dengan peningkatan daya listrik yang dikonsumsi pelanggan. Sebelumnya, lanjut dia, penggunaan listrik tetap besar meskipun jumlah pelanggan sedikit.

“Kalau sekarang, pelanggan baru tumbuh tapi pemanfaatan listriknya kurang. Contohnya, ada yang beli satu rumah dan sudah tersambung listrik, lalu ada empat rumah dibeli dan dikontrakkan. Jadi kalau belum laku sewa, ya konsumsinya tidak ada,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager PLN Kaltimra Riza Novianto mengatakan perseroan tetap siap menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan juga Kalimantan Utara meskipun pertumbuhan pelanggan belum memenuhi target.

Saat ini, daya ampu pada sistem kelistrikan Mahakam mampu menyuplai pelanggan baru di Penajam Paser Utara. Sebelumnya, Sistem Mahakam hanya mengaliri listrik untuk Balikpapan, Bontang, Samarinda, dah Tenggarong.

“Kami ingin menjadi pendorong percepatan perekonomian daerah. Kami siap melayani pelanggan baru, baik rumah tangga ataupun industri. Daya Sistem Mahakam saat ini surplus 200 MW,” tutup Riza.