Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar PT PLN (Persero) memprioritaskan pasokan listrik ke wilayah Indonesia Timur. Bagaimana PLN mewujudkan keinginan dari presiden tersebut?

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, untuk mempercepat kelistrikan di wilayah Indonesia Timur, PLN telah memiliki direktur regional yang khusus menangani kelistrikan wilayah Maluku dan Papua. “Makanya itu ada direktur Papua dan Maluku. Bayangkan dulu tidak ada,” kata Sofyan, di Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Dengan adanya direktur khusus tersebut diharapkan bisa lebih fokus untuk menyelesaikan masalah kelistrikan di Indonesia Timur.

PLN pun berupaya terus menambah pasokan listrik di wilayan Indonesia Timur. Salah satunya dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)‎.

Pembangkit jenis tersebut dipilih, agar lebih mudah diangkut. Pasalnya, untuk menerangi wilayah tersebut PLN menghadapi kesulitan akses menuju lokasi yang menjadi sasaran untuk dilistrik.

“Kami kemarin, untuk wilayah 3T (Teluar, Terdepan dan Terpencil) kami beli diesel sampai seribu lebih, karena tidak ada jalan dan mereka tidak pernah punya listrik,” jelas Sofyan.

PLN tidak memikiran kerugian untuk melistriki wilayah tersebut. PLN merupakan perpanjangan tangan pemerintah memiliki‎ tugas memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, khususnya yang samapai saat ini belum menikmati listrik.

“Tanggung jawab tidak pemerintah untuk listrik menyala di pulau itu?Harus tanggung jawab,” tutur Sofyan.

Direktur Pengadaan Strategis II PLN Supangkat Iwan Santoso menambahkan, PLTD untuk melistriki wilayah terpencil kapasitasnya sangat kecil, sehingga konsumsi bahan bakarnya tidak banyak‎, dengan begitu pengeluaran PLN untuk bahan bakar PLTD yang mengkonsumsi BBM tidak besar.

Iwan melanjutkan, penggunaan PLTD juga t‎idak akan meningkatkan porsi penggunaan BBM dalam bauran energi kelistrikan. Pasalnya, kapasitasnya hanya kecil. Saat ini PLN juga sudah menghentikan penggunaan PLTD berkapasitas besar.

‎Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memprioritaskan ‎pasokan listrik untuk wilayah Indonesia Timur.

Jokowi mengakui, masih banyak wilayah di Indonesia yang belum menikmati listrik, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian timur.‎ Untuk diketahui, saat ini masih ada sekitar 2500 desa yang belum menikmati listrik dengan optimal.

Dia pun meminta Jonan sebagai pemimpin instansi yang membawahi sektor ketenagalistrikan, memprioritaskan wilayah Indonesia Timur yang belum menikmati listrik untuk segera mendapat pasokan listrik. “Saya minta Pak Menteri ESDM agar Indonesia Timur jadi prioritas,” ucapnya.