Triknews.com – Komite Aksi Mahasiswa Pemuda Untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) mempertanyakan ketidakpekaan Kapolda Medan Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel yang tidak bisa meredam reaksi penolakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian oleh Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Utara.

Pasalnya, Tito dijadwalkan akan bertolak ke Medan, pada Minggu 5 Februari 2017, dalam rangka meresmikan program E-Policing namun beredar penolakan dari Ketua PW Muhammadiyah Sumut Basir Hasibuan di akun facebooknya, Jumat 3 Februari 2017 sebagaimana dirilis di http://dinamikarakyat.com/politik/Tito-Ditolak-Datang-ke-Medan#.WJS7a0Dv_HQ.facebook.

\\\”Entah itu hoax atau tidak soal penolakannya, tapi yang jelas kepekaan Kapolda Medan patut dipertanyakan. Harusnya bisa meminimalisir ruang gerak pihak-pihak yang bikin gaduh itu,\\\” kata Ketua Presidium Kamerad Haris Pertama hari ini.

Harus pun mengingatkan agar Ryco bisa melihat situasi sebab dia khawatir ada segelintir pihak yang berusaha memanfaatkan jabatan Kapolda Medan bahkan bisa dikatakan ditunggangi. Apalagi, kata Haris, dalam tulisan Basir disebutkan bahwa anggap saja Kapolda kita pimpinan Polri di Indonesia dibandingkan Kapolri Tito Karnavian yang sudah diakui sebagai pucuk pimpinan Korps Bhayangkara.

\\\”Kita ingatkan jangan sampai ada penunggang gelap yang manfaatkan jabatan Kapolda Medan seolah-olah pro kepada segelintir kelompok itu. Polri harus solid jangan mau dipecah belah, jika masih tetap terkontaminasi maka sudah selayaknya jabatan Ryco di evaluasi,\\\” tutur dia.

Selain itu, Haris mengaku aneh dengan penolakan yang cuma beredar di akun sosial media itu. Justru, kata Haris, kedatangan mantan Kapolda Metro Jaya itu disambut positif oleh pemuka agama di Medan. Para ulama juga mengaku sangat menunggu kedatangan Kapolri untuk meresmikan program E-Policing tersebut.

\\\”Ulama Medan saja sambut positif kedatangan Kapolri kok ini akun aneh-aneh aja. Jangan-jangan cuma provokator yang gak berani muncul dipermukaan cuma bisanya lewat sosial media provokasinya,\\\” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, Elektronic Policing (E-Policing) merupakan pemolisian era digital atau pemolisian secara elektronik atau pemolisian secara online.