JAKARTA Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil meringkus satu pelaku penipuan, bernama Dirman alias Sudin (31) di wilayah Duren Jaya, Bekasi Timur pada Senin (9/10/2017) lalu. Modus pelaku yaitu mengaku sebagai petugas PLN, dan meminta sejumlah uang untuk biaya pergantian meteran KWH dari pascabayar ke prabayar.

Menanggapi peristiwa penipuan tersebut, General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya, Muhammad Ikhsan Asaad menerangkan, pihaknya tak pernah menugaskan petugas PLN di lapangan untuk melakukan transaksi di rumah konsumen. Pihaknya juga tak pernah menjajakan peralatan penghemat meteran atau box KWH meteran ke publik.

“Bila ada yang menjual seperti itu, itu bukan PLN, baik di Jakarta maupun secara menyeluruh di Indonesa. Bila ada, silahkan dilaporkan ke PLN melalui 123,” kata Ikhsan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/10/2017).

Kemudian, bila ada masyarakat yang hendak mengganti meteran dari pasca bayar ke prabayar, PLN tak pernah memungut biaya sepeser pun.

“Untuk pelaku penipuan bernama Dirman ini juga sudah kami cek dan dipastikan dia bukan bekas pegawai PLN,” ujarnya.

Menurutnya, surat tugas pelaku dan identity card (ID) yang digunakan juga palsu. Ia menegaskan, PLN pun tidak pernah membuat kebijakan yang memaksa masyarakat beralih dari pascabayar ke prabayar soal meteran, karena semuanya bergantung permintaan pelanggannya.

“Kalo ada pelanggan ganti meteran, bisa langsung hubungi kami dan nanti tanpa dipungut biaya apapun, hanya beli token listrik pertamanya saja Rp20 ribu. Dan kami tegaskan, bila ada oknum PLN melakukan penipuan misalnya, saya pecat pastinya itu,” katanya.

Dari pengakuan pelaku, ia telah beraksi sebanyak 18 kali dan berhasil meraup uang hingga Rp10 juta lebih.

“Iya sudah beraksi 10 kali. Untuk bagaimana menetapkan target, saya hanya melihat meteran, kalau itu meteran lama, bisa jadi target,” kata Dirman di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/10/2017).

Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya, AKBP I Gede Nyeneng menambahkan, dari belasan kali beraksi, pelaku berhasil meraup untung hingga Rp10 juta.

Pelaku ini berpura-pura menawarkan penggantian KWH meter dari pascabayar ke prabayar. Selanjutnya pelaku meminta uang kepada korban senilai Rp450 ribu hingga Rp850 ribu.

Kanit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Indra Ranudikarta menerangkan, pelaku ini sudah beroperasi sejak Agustus hingga Oktober 2017.