Jakarta РPresidium Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan NKRI Frans Freddy menegaskan Brimob dan Polri merupakan pasukan yang selalu setia kepada pimpinan negara yang sah dan rakyat.

“Kami sangat kagumi keloyalan pasukan elit Polri Brimob yang loyak dan setia kepada rakyat. Sebab simbol dari Polri role modelnya adalah patih Gajah Mada, hari ini.

Lebih lanjut, Frans menjelaskan bahwa patung Gajah Mada yang berdiri di depan Markas Besar (Mabes) Polri merupakan simbol loyalitas prajurit kepada negara. Apalagi nama prajurit Bhayangkara juga diambil dari pasukan Gajah Mada.

“Prajurit Bhayangkara sebagaimana Gajah Mada memiliki Catur Prasetya,” jelasnya.

Menurutnya, pasukan elite yang dimiliki oleh Polri itu telah berpegang pada janji Gajah Mada salah satunya Satya Haprabu yaitu setia kepada negara dan pimpinan, Brimob diajak untuk loyal kepada negara dan pimpinan negara yang sah.

“Dinamika sebesar apapun di negara ini ketika TNI dan Polri berada segaris, sevisi NKRI tetap berdiri. Dan Satya Haprabu menjadi doktrin yang harus dipegang prajurit Bhayangkara. Prajurit Bhayangkara setia kepada negara dan pemerintahan yang sah,” sebutnya.

“Doktrin ini kami artikan setia pada pimpinan yang sah, yang secara konstitusional sah. Jangan ragu-ragu kepada doktrin ini, tidak boleh bingung, kalau ada yang berbeda pendapat boleh tapi kalau bicara NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, persatuan, Polri harus kembali ke doktrin satya prabu,” kata dia.

Dia juga mengapresiasi kekonsistenan korps Baret Biru Tua itu dengan doktrin Tri Brata dan Catur Prasetya itu. Dalam sejarahnya Brimob tidak pernah berpolitik praktis, netral, tidak pernah berkhianat kepada negara dan rakyat serta tidak pernah menentang pemerintah yang sah.

Selain low profile, kata dia, sekelas Menteri Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Ahmad Yani pun menghormat kepada Pataka Korps Brimob Polri Satya Cakti Yanottama, setelah merebut Irian Jaya. Dari operasi Trikora tersebut, Korps Brimob Polri bertaburan bintang sakti yang merupakan penghargaan tertinggi di kalangan Prajurit.

“Kini personel yang mendapat Bintang Sakti tersebut masih tersisa 4 orang. Mereka dari pasukan pelopor menggempur Belanda dari Darat, Laut dan Udara bersenjata Armalet-15, Granat, pelontar granat infantei, ranjau dan senjata ringan infantri lainnya. Terbukti dalam sejarah, Jenderal Ahmad Yani mengakui keikhlasan pasukan pelopor dan sangat menghormatinya seperti hormat kepada guru,” kata dia.

Masih kata Frans, Brimob juga terlibat aktif dalam penumpasan pemberontakan PRRI, Permesta, DI/TII, PKI Muso 1948, perebutan dan konflik di Timor Timur, GAM Aceh, dan bahkan pasukan terlatih pertama yang sudah terbentuk sejak jaman Jepang dan langsung menyatakan mendukung proklamasi kemerdekaan RI oleh M. Yasin, Bapak Brimob.
Di era kini Brimob merupakan ujung tombak utama melawan pengganggu keamanan bersenjata terorisme, kelompok bersenjata Papua, dan penjahat bersenjata perampok dll serta membantu TNI mengamankan daerah perbatasan yang rawan rembesan teroris Filipina Selatan.

“Di era modern wajar LB Moerdani/Jenderal TNI yang paling terkenal di jajaran TNI sampai dengan akhir hayatnya/sampai ke liang kubur, meminta pengawalan dari Bhayangkara KORPS BRIMOB POLRI karena terbukti keikhlasan dan kompetensinya,” pungkasnya.