Jakarta, Triknews.net – Setelah puluhan tahun hanya menggunakan alat penerangan tradisional, akhirnya warga Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), mendapat aliran listrik 24 jam dari PT PLN (Persero).

Informasi membahagiakan itu disampaikan oleh Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman, kepada awak media saat berada di Ternate pada Sabtu (14/10).

Lebih lanjut, Burhan mengatakan bahwa aliran listrik 24 jam itu berlangsung mulai diresmikan dan dioperasikannya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 450 KVA di daerah itu.

Pengoperasian listrik selama 24 jam di pulau yang masuk kategori pulau terpencil di Kota Ternate itu, merupakan realisasi dari program Indonesia Terang yang dilaksanakan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di Indonesia Timur.

Menurut Burhan, Pulau Batang Dua terlambat mendapat layanan listrik selama 24 jam dibandingkan dengan wilayah lainnya di Kota Ternate, karena letaknya yang sangat jauh dari Pulau Ternate, sehingga PLN tidak memungkinkan untuk memasang jaringan listrik langsung dari PLTD di Pulau Ternate.

Sedangkan untuk membangun PLTD tersendiri di pulau yang harus dijangkau dengan kapal laut selama delapan jam dari Pulau Ternate itu, terkendala dengan terbatasnya anggaran, karena untuk membangun PLTD dan mengoperasionalkannya membutuhkan anggaran yang sangat besar.

Burhan mengharapkan adanya layanan listrik 24 jam di Pulau Batang Dua tersebut, selain akan memberikan penerangan secara maksimal kepada masyarakat, juga akan memberi peluang kepada masyarakat untuk mengembangkan berbagai aktivitas usaha, misalnya usaha pembuatan es balok.

Selain itu, diharapkan dapat pula mendorong masuknya pengusaha untuk mengembangkan usaha di daerah itu, khususnya usaha di sektor perikanan dan kelautan, karena Batang Dua merupakan salah satu daerah penghasil utama ikan di Kota Ternate.

“Pemkot Ternate akan terus memperhatikan pembangunan semua infrastruktur di Pulau Batang Dua ini, agar masyarakat setempat tidak merasa mendapat perlakuan yang tidak sama dari Pemkot Ternate dalam kegiatan pembangunan dibandingkan dengan daerah lainnya di Kota Ternate,” kata Burhan.