Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) mengklaim berhasil menghemat anggaran hingga Rp 1,41 triliun lewat inovasi yang dilakukan pegawai dan anak usahanya. General Manager PLN Pusat Pengatur Beban Jawa-Bali Evy Haryadi mengatakan inovasi itu meliputi bidang pembangkit listrik, transmisi, distribusi, dan manajemen.

“Setiap inovasi coba dihitung efisiensi yang ada. Tahun lalu, kami menghemat hingga Rp 5 triliun,” katanya dalam acara Learning, Innovation, Knowledge, & Exhibition (LIKE) 2017 di gedung utama PLN, Jakarta, Selasa, 17 Oktober 2017.

Acara tersebut digelar menjelang Hari Listrik Nasional ke-72 pada 27 Oktober nanti. Acara tahunan yang berlangsung pada 17-19 Oktober 2017 ini meliputi seleksi penghargaan karya inovasi (SPKI) pegawai, knowledge sharing, innovator talkshow, festival budaya, dan PLN Expo.

Melalui perhelatan LIKE, PLN berharap dapat membentuk budaya pengelolaan pengetahuan, yang menghasilkan produk-produk inovasi, yang diimplementasikan di lingkungan perusahaan.

Dalam LIKE 2017, ada 357 karya inovasi pegawai PLN dan anak perusahaan. Lima puluh karya di antaranya akan memasuki tahap seleksi final dalam ajang LIKE 2017. Seleksi penghargaan karya inovasi berfungsi sebagai sarana manajemen memotivasi para pegawai secara terus-menerus untuk dapat lebih berperan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

PLN mengklaim SPKI selalu mengalami peningkatan setiap tahun. Hingga 2017, jumlah karya inovasi yang dihasilkan 3.263 karya dari semua unit PLN di seluruh Indonesia.

Pada acara LIKE, PLN juga meluncurkan jurnal Energi Kelistrikan yang berisi makalah ilmiah mengenai teknologi dan pengelolaan energi kelistrikan. Jurnal tersedia dalam bahasa Inggris ataupun bahasa Indonesia.

Penerbitan jurnal energi kelistrikan PLN ini sebagai wadah publikasi dan diseminasi penelitian ilmiah yang berkaitan dengan energi kelistrikan. Selain itu, untuk mengelola pengetahuan di bidang kelistrikan yang tersebar di seluruh Indonesia.