Jakarta, Triknews.net – PT PLN (Persero) Tebo memutus meteran listrik Rumah Dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Tebo yang berada tepat di pusat Kota Tebo. Sehingga tempat itu terlihat gelap gulita.

Informasi yang didapat awak media, tunggakan di rumah Sekda itu sudah cukup besar, sehingga pihak PLN terpaksa harus mengambil tindakan tegas.

Manager PLN Tebo, Indra Jaya, bungkam saat wartawan mempertanyakan soal pemutusan aliran listrik di rumah Sekretaris Daerah (Sekda) Tebo, Abu Bakar. Indra enggan dikonfirmasi soal pemutusan jaringan ke meteran listrik  di rumah Sekda tersebut.

“Kalau soal informasi publik, saya siap memberikan statemen. Tapi kalau soal yang berdampak tidak baik, saya tidak berani mengeluarkan statemen, bukannya saya gak mau,” ungkap Kepala PLN Tebo, Rabu (18/10) kemarin.

Bukan hanya tunggakan di rumah dinas Sekda Tebo, ternyata tunggakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo di PLN juga sudah sangat besar. “Perkiraan saya di kisaran Rp 2 miliar tunggakan Pemkab Tebo kepada PLN,” ungkap Indra.

Ia sendiri kecewa dengan kejadian ini. Apalagi selama ini restribusi pajak penerangan PLN ke Pemkab Tebo tidak pernah bermasalah.

Sementara itu, Nazar Efendi, Kepala BKD Tebo ditemui menerangkan, terkait tunggakan listrik Pemkab Tebo ke PLN yang diterima dari Dinas Perkim Tebo, nilainya mencapai Rp 2 miliar. “Sudah disampaikan dinas Perkim soal tunggakan listrik yang sudah membengkak ini. Akhir tahun 2017 ini akan diselesaikan menggunakan ABT,” tegas Nazar.

Namun, Pemkab Tebo sendiri, menurut Nazar menyayangkan sikap PLN yang di akhir pembahasan ABT tiba-tiba menyampaikan laporan, bahwa Pemkab Tebo di tahun 2016 lalu masih meninggalkan tunggakan listrik.

“PLN tiba-tiba ngasih laporan tunggakan listrik pemda tahun sebelumnya. Pembahasan ABT sudah selesai. Kalau mekanismenya tetap kita lunasi, tapi tunggu pembahasan berikutnya,” pungkas Nazar.