PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengklaim berhasil melakukan efisiensi mencapai Rp1,4 triliun pada tahun ini lewat inovasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan pemakaian produk dalam negeri.

General Manager PLN Pusat Pengatur Beban Jawa-Bali Evy Haryadi mengatakan inovasi itu meliputi bidang pembangkit listrik, transmisi, distribusi, dan manajemen. Ada 357 usulan inovasi yang masuk pada tahun ini.

“Setiap inovasi coba dihitung efisiensi yang ada. Tahun lalu, kami menghemat hingga Rp 5 triliun,” katanya menjawab wartawan di Jakarta, Selasa (17/10).

Program inovasi yang dilakukan, misalnya, penggunaan alat yang dapat menghemat operasional dan perawatan atau maintenance yang baik.

Untuk mendukung inovasi itu, PLN mendapatkan dukungan dari Kementerian Riset Tekonologi dan Pendidikan Tinggi. Direktur Jdnderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset dan Teknplogi dan Pendidkkan Tinggi Jumain Appe mengatakan, inovasi harus didukung dengan penguatan sumber daya manusia.

“Ini sangat diperlukan dalam penghematan, ataupun dalam pembangunan megaproyek 35.000 megawatt agar PLN tidak bergantung dengan sumber daya manusia dari luar negeri,” katanya di kesempatan yang sama.

Jumain menjelaskan, pemerintah telah membuat program vacation school. Program ini akan mengajarkan secara lebih spesifik tentang pengembangan kelistrikan. “Bukan yang umum saja.”

Sementara itu, perusahaan setrum plat merah tersebut juga terus meingkatkan porsi tingkat komponen dapam negeri (TKDN). Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Roekman mengatakan, PLN terus menjalin kerja sama dengan produsen dalam negeri. Dia juga meminta produsen luar negeri untuk membangun pabrik di Indonesia.

“Hampir seluruh proyek, kita menggunakan produk dalam negeri,” katanya.

Efisiensi ini diharapkan dapat memperbaiki keuangan PLN. Seperti yang diberitakan sebelumnya, keuangan PLN sempat dikhawatirkan dalam pembangunan megaproyek 35.000 megawatt.