Natuna, Triknews.net – Manager Bidang SDM dan Umum PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Dwi Suryo Abdullah, menuturkan kalau perseroan menggelontorkan dana Rp 721 miliar selama 2017 untuk pengadaan mesin pembangkit listrik bagi Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

Kabupaten Kepulauan Natuna di Kepulauan Riau tercakup di dalamnya, dengan mendapat tambahan 22 unit mesin pembangkit.

“Pengadaan ini memberikan tambahan total 81.300 kilo Watt (kW) listrik di (Provinsi) Riau dan Kepulauan Riau,” kata Dwi, di Natuna, Kamis (19/10) pagi.

Khusus untuk Kepulauan Riau, lanjut Dwi, saat ini ada sekitar 2.400 pulau dengan 300-an di antaranya berpenghuni. Adapun untuk Kepulauan Natuna, ujar dia, pada 2017 akan ada tambahan 13.500 kW listrik.

Rincian tambahan untuk tambahan listrik di Kepulauan Natuna, sebut Dwi, akan ada tambahan 5×1.000 kW di Pulau Natuna, 1×500 kW di Pulau Midai, 3×500 kW di Pulau Laut, 2×500 kW di Pulau Tanjung Kumbik (Kecamatan Pulau Tiga Barat).

Kemudian 3×500 kW di Pulau Sabang Mawang (Kecamatan Pulau Tiga), 2×500 kW di Pulau Sedanau, 1×500 di Kecamatan Bunguran Utara (Kelarik) , 2×500 kW di Kecamatan Serasan, 3×500 kW di Kecamatan Subi.

“Ini tambahan dari yang sudah ada sebelumnya,” kata Dwi.

Sebelumnya, di Natuna tersedia daya terpasang 11,5 MegaWatt. Namun, kemampuan nyata (daya mampu) dari kapasitas terpasang itu 6,7 MW, dengan beban puncak—pemakaian tertinggi arus listrik pada satu waktu—tercatat 5,7 MW.

“Daya terpasang adalah kemampuan seluruh mesin dari yang pertama ada sampai sekarang, termasuk yang sudah berumur tua dan rusak,” kata Manajer Rayon Natuna PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Hasdedy, Kamis.

Pada 2017, lanjut Dwi, akan ada total tambahan 84 mesin pembangkit hanya untuk Provinsi Kepulauan Riau, termasuk 22 mesin di Kepulauan Natuna tersebut. Total tambahan dayanya mencapai 45.500 kW.