Ilustrasi PLN

Jakarta, Trikmews.net – Manager Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Dwi Suryo Abdullah, menuturkan kalau perseroan mengejar pemerataan kelistrikan di Wilayah Kepulauan Riau, yang menjadi salah satu titik wilayah terdepan di I‎ndonesia.

Targetnya, lanjut Dwi, seluruh desa di wilayah ini bisa menikmati listrik sampai 2019.

Dwi juga mengungkapkan, PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau telah memiliki program melistriki seluruh desa sampai 2019. Langkah ini akan dilakukan secara bertahap.

“‎Selain Indonesia terang, PLN Riau dan Kepulauan Riau juga memiliki program seluruh desa di Kepulauan Riau terang benderang 2019,” kata Dwi, seperti ditulis di Jakarta, Sabtu (21/10).

Menurut Dwi, saat ini ada 104 desa yang belum menikmati listrik PLN. Upaya mengejar target pemerataan tersebut PLN akan membangun pembangkit secara bertahap. Tahun ini targetnya ada 33 desa yang menikmati listrik kemudian untuk sisanya dilakukan sampai 2019.

“Jadi total 104 desa di Kepulauan Riau ini 2019 sudah berlistrik. Disebut dengan desa berlistrik artinya desa dengan penduduknya 25 persen sudah menikmati listrik,” terang Dwi.

Untuk menerangi 33 desa di Kepulauan Riau, PLN akan membangun 84 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan kapasitas total 45.500 kW. Untuk ini merealisasikannya PLN harus menggelontorkan Rp 511 miliar.

Jika seluruh desa tersebut telah mendapat listrik maka pemerataan kelistrikan (rasio elektrifikasi) di wilayah kepulauan terluar akan mengalami peningkatan menjadi 95 persen pada 2019.

“Rasio elektrifikasi per September 2017 85,8 persen. Harapanya 95 persen dengan 2019,”‎ pungkasnya.