Jakarta – PT PLN (Persero) menambah mesin diesel di Provinsi Kaltara dengan kapasitas 19 mega watt (MW) mengantisipasi kondisi seringnya terjadi pemadaman listrik di tiga kabupaten/kota di daerah itu.

Penambahan daya ini berkat perjuangan keras Pemprov Kaltara yang berkomunikasi dengan PT PLN Persero regional Kalimantan terkait dengan ketersediaan listrik di wilayah itu.

Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie melalui pesan tertulisnya, Sabtu menyatakan, diskusi panjang dilakukan dengan pihak PT PLN sehingga ditemukan solusinya dengan menambah daya pada tiga kabupaten/kota melalui pengadaan mesin diesel akibat kekurangan daya.

Salah satunya pengadaan mesin diesel dengan daya 8 MW di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan pada Nopember 2017, kemudian KOta Tarakan dengan daya 5 MW dan Kabupaten Nunukan dengan daya 6 MW.

Khusus Kota Tarakan, dia mendapatkan informasi dari PT PLN sifatnya sementara karena hanya menutupi defisit daya pada saat beban puncak sambil menunggu penyelesaian pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) dengan kapasitas daya 18 MW.

Selanjutnya pada Nopember 2017 juga, PT PLN akan menambah mesin diesel di Kabupaten Nunukan akibat PLTD di Pulau Nunukan dan PLTMG di Sebaung mengalami gangguan.

Adanya penambahan mesin diesel pada tiga kabupaten/kota ini diharapkan dapat mengatasi kekurangan daya sementara waktu sambil menunggu penyelesaian dan perbaikan pembangkit sebelumnya.

Sehubungan dengan upaya yang dilakukan Pemprov Kaltara terhadap krisis listrik yang dialami wilayahnya, dia mengharapkan, masyarakat bersabar karena PT PLN persero telah menyetujui pengadaan mesin diesel untuk mengatasi krisis listrik saat ini.