Jakarta, Triknews.net – General manager PT PLN (Persero) Wilayah Papua-Papua Barat, Yohanes Sukrislismono, menuturkan kalaua manajemen perseroan dan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya telah meneken nota kesepahaman pengoperasian dan pengelolaan sistem ketenagalistrikan.

Pengelolaan sistem ketenagalistrikan yang mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan jaringan distribusi yang sebelumnya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya diserahkan kepada PLN .

“Saat ini di sana (Mulia) telah menggunakan listrik, namun masih terbatas pada tegangan rendah di mana setiap pembangkit masih memikul beban masing-masing,” kata Yohanes melalui release pers-nya.

Ia menjelaskan sistem kelistrikan diupayakan memparalelkan mesin agar bekerja bersama sehingga kemampuan maksimal masing-masing mesin dapat digunakan.

Sedangkan penandatanganan kerja sama itu  meyebutkan pemerintah Puncak Jaya bersedia memperbaiki instalasi pembangkit Mikrohidro agar mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO). “Itu  sebelum dilakukan Serah Terima Operasi kepada PLN,” kata Yohanes menambahkan.

Tercatata saat ini ada tujuh pembangkit Mikrohidro dengan daya 750 kilo volt ampere (Kva) dengan operasional  kerja hingga 24 jam, serta 16,89 kilo meter jaringan tegangan rendah. Sedangkan beban puncak telah mencapai 105,9 ampere dengan total 899 pelanggan.

Yohanes menjelaskan PLN mengupayakan menaikkan tegangan yang semula rendah menjadi tegangan menengah 20 kilo volt agar jaringan dapat ditarik sekitar 30 hingga 40 kilo meter.

“Tetapi untuk melaksanakan hal itu, kita harus cek mesin-mesin pembangkit kondisi fit. Tegangan 20 kv juga merupakan tegangan yang besar dan berbahaya,” kata Yohanes menjelaskan.

Ia memerlukan peraturan penunjang  dalam bentuk peraturan daerah  9Perda) terkait jarak aman jaringan terhadap bangunan dan pohon agar semuanya aman. Menurut dia, peraturan dan edukasi terhadap masyarakat sangat penting.

Bupati Puncak Jaya, Henock Ibo mengatakan kerjasama itu diharapkan meningkatkan pelayanan listrik kepada masyarakat lebih baik. “Tahun 2013 saya pernah ke sini dan membicarakan kelistrikan dan ini tahun ketiga kesini membicarakan hal yang sama,” kata Henock.

Ia mengakui listrik bertenaga air masih dirasakan kurang sehingga kerja sama dengan PT PLN itu bisa juga melayani masyarakat di luar ibu kota kabupaten.