Ilustrasi

Jakarta, Triknews.net – Direktur Bisnis PT PLN (Persero) Regional Maluku-Papua, Ahmad Rofik, menuturkan kalau pihaknya berencana mengembangkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di wilayah Kabupaten Manokwari Selatan Papua Barat.

Rofik mengatakan, daerah tersebut memiliki potensi air luar biasa yang bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.

Lebih lanjut, Rofik menyebutkan, sumber daya lokal sebisa mungkin harus dimanfaatkan untuk membuat energi listrik di daerah atau kampung. Kajian akan dilakukan di beberapa lokasi yang dinilai layak untuk mengembangan pembangkut listrik.

“Kami akan melihat kelayakannya entah bisa dimanfaatkan untuk PLTA atau mikro hidro atau yang lebih kecil lagi skalanya. Tergantung kondisinya, kami akan kaji dulu,” kata Rofik Rofik di Ransiki, Manokwari Selatan, Jumat (27/10),.

Dari pemantauan sepintas yang dilakukan, beberapa sungai bisa dikelola dan dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik berkapasitas kecil. Pihaknya mengupayakan, ada sungai yang bisa dikelola.

Menurut dia, pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) maupun mikro hidro yang berkapasitas lebih kecil dimanfaatkan untuk menambah keandalan daya dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang sudah ada.

“Sebenarnya tahun ini sudah ada beberapa tempat yang kita lakukan kajian. Kita akan tindaklanjuti secepatnya,” katanya lagi.

Bupati Manokwari Selatan Markus Waran pada wawancara secara terpisah mengatakan, daerah tersebut memiliki 57 Kampung yang tersebar di enam distrik atau kecamatan. Secara keseluruhan ada 29 kampung yang belum teraliri listrik.

Bupati berharap kehadiran PLN untuk dapat mengaliri listrik di seluruh kampang.

“Beberapa hari lalu tujuh kampung di Distrik Neney sudah menyala. Masih ada Distrik Tahota dan Dataran Isim yang saat ini masih gelap,” katanya.

Ia menginginkan kampung-kampung di dua Distrik tersebut bisa mendapat layanan listrik melalui program Papua Terang PLN tahun 2017.