Jakarta, Triknews.net – Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir, memastikan kalau penyederhanaan kelas golongan pelanggan listrik non-subsidi dengan menaikkan daya tidak memberatkan masyarakat. PLN akan menanggung biaya penambahan daya tersebut.

Menurut Sofyan, daya ini merupakan keinginan masyarakat. Ketika pemerintah menyetujui dan menetapkan kelas golongan pelanggan yang baru, PLN akan mempermuda masyarakat dengan cara menggratiskan biaya peningkatan daya.

“Jadi ini pemikiranĀ simpleĀ untuk kepentingan masyarakat. Ya sudah gratiskan saja deh,” kata Sofyan, Senin (13/11) malam.

Sofyan menuturkan, biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk meningkatkan daya listrik sangat beragam. Berkisar antara Rp800 ribu sampai Rp4 juta. Mungkin hal itu menjadi beban dan pertimbangan masyarakat dalam meningkatkan daya listrik selama ini.

Di sisi lain, Sofyan mengungkapkan, saat menggratiskan biaya tambah daya PLN telah mengalokasikan sejumlah dana. Namun ia tidak menjawab spesifik berapa jumlah dana tersebut.

“Tidak seberapa tidak sampai triliunan,” sebut dia.

Sofyan berharap dengan penambahan daya nanti penjualan listrik PLN akan lebih tumbuh dibandingkan saat ini. Saat ini konsumsi listrik per kapita di Indonesia hanya 900 kWh per tahun. Dengan adanya program itu, diharapkan ada kenaikan menjadi 1.500 kwh per tahun per kapita.

“Pasti naik (penjualan listrik). Tapi itu bertahap kan,” kata dia.

Seperti diketahui, pemerintah dan PLN tengah menggodok penyederhanaan kelas pelanggan listrik non-subsidi. Penyederhanaan hanya berlaku bagi pelanggan 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA.

Semua golongan tersebut akan dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 4.400 VA. Sementara golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13 ribu VA, dan golongan 13 ribu VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.