Jakarta, Triknews.net – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PLN saat ini sedang menggodok aturan yang akan menyederhanaan kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi.

Menurut Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, untuk menambah daya pe‎langgan, PLN harus melakukan penggantian alat pembatas daya atau Mini Circuit Breaker (MCB) atau yang lebih dikenal dengan meteran. Penggantian MCB ini tidak akan dikenakan biaya.

Namun, masyarakat harus mengajukan permohonan penambahan daya ke PLN. Dia pun menjamin penambahan daya bisa dilakukan dengan cepat.

“Nanti daftar mengajukan. Itu kerjaan sejam ganti fuse,” kata Sofyan, Selasa (14/11).

PLN menginginkan penyederhanaan golongan pelanggan‎ bisa dilakukan secepatnya, agar penambahan daya bisa dilakukan. Namun hal tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah.

Sofyan mengungkapkan, PLN akan mengerahkan pegawainya sebanyak 80 ribu orang, untuk melakukan penambahan daya secara bertahap. Dia menargetkan penambahan daya selesai pada Juni 2018 di seluruh Indonesia.

PLN juga akan membebaskan biaya penambahan daya listrik. Berdasarkan data dari pegawai PLN di lapangan, pelanggan yang ingin menaikkan daya saat ini terkendala biaya.

Oleh karena itu, untuk meringankan masyarakat yang mengalami kenaikan daya, ‎atas pelaksanaan penyederhanaan golongan pelanggan rumah tangga maka PLN akan membebaskan biaya penambahan daya listrik. “Saya pikir supaya itu aman mending digratiskan saja,” ujarnya.

Menurut Sofyan, PLN tidak akan mengalami kerugian atas pembebasan biaya penambahan daya‎ listrik. Pasalnya, jika daya listrik yang digunakan masyarakat meningkat, maka akan meningkatkan pendapatan PLN.