Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, kebijakan tersebut tidak akan dilakukan jika memang tidak dibutuhkan oleh masyarakat.

“Tapi kan ini bukan di situ intinya. Mungkin intinya masyarakat hanya belum pahami saja,” tutur Dadan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/11).

“Apalagi ini kan gratis, kalau sekarang kan banyak calo-calo bisa sekitar Rp1 juta buat naikkan daya. Nah, sekarang gratis,” tambah dia.

Sekadar informasi, penyederhanaan tidak berlaku bagi pelanggan rumah tangga penerima subsidi, seperti golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah.

Apabila nantinya masih ada penolakan dari masyarakat terkait kebijakan baru tersebut, maka, Dadan mengatakan pihak Kementerian ESDM akan mengkaji ulang.