PERUBAHAN TARIF LISTRIK

SJBTL ini ditandatangani oleh Irwansyah M. Putra selaku General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) dengan Erik Tjia selaku Wakil Direktur PT Wilmar Nabati Indonesia, yang disaksikan oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto.

Saat ini, KID memerlukan listrik sekitar 35 megawaat hour (MWH). Selama ini, KID yang memiliki pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sendiri memasok batu bara dari Kalimantan.

Wakil Direktur PT Wilmar Nabati Erik Tjia mengatakan, adapun kerja sama tersebut untuk menambah kapasitas listrik kawasan industri di pantai barat Riau tersebut untuk mengembangkan industri turunannya.

Dia mengakui, dengan adanya tambahan daya tersebut perusahaan asal Malaysia tersebut hemat 100 hingga 200 kwh atau senilai Rp1,2 miliar per tahun.

“Harga batu bara sedang meningkat. Dengan adanya kerja sama ini, kami tidak perlu lagi memikirkan pasokan listrik,” katanya, Rabu (15/11).

Wina menjadi pelanggan PLN terbesar saat ini di Riau yang akan menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi provinsi Riau.

Nantinya, tidak hanya peningkatan kebutuhan listrik, tetapi juga kapasitas produksi PT WINA akan meningkat serta pabrik dan industri turunan dari minyak sawit akan dibangun di kawasan ini sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Direktur Regional Bisnis PLN Sumatra Wiluyo mengatakan, guna memenuhi kebutuhan sebesar 60 MVA, PLN membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV sepanjang 27 km dari Gardu Induk 150 kV Dumai yang saat ini masih dalam tahap konstruksi.

Wiluyo optimis proyek ini dapat selesai pada Semester I 2018. “Tahap pertama kami penuhi sesuai permintaan. Namun bila ada tambahan, PLN siap mengalirkan energi listriknya berapapun,” ujarnya.

Riau memiliki kapasitas listrik terpasang sebesar 620 MW dengan daya cadangan (reserve margin) mencapai 200 MW. Namun, Riau masih memerlukan pembangunan transmisi dan gardu induk untuk mengantar listrik ke industri lain dan rumah tangga.

Pemerintah Provinsi Riau terus mendorong percepatan pembangunan transmisi dan gardu induk. Syahrial Abdi, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau mengatakan, infrastruktur listrik tersebut dibangun di beberapa lokasi strategis untuk menyambung ke wilayah industri dan daerah yang membutuhkan listrik.

“Pemerintah terus melakukan percepatan. Pembangunan infrastruktur sempat terkendala masalah lahan dan lainnya. Namun, semua telah diatasi,” kata Syahrial.