Jakarta, Triknews.net – PT PLN (Persero) sudah menerima surat dari Ditjen Ketenagalistrikan untuk bisa melakukan review kontrak pembangunan pembangkit yang harga jual listriknya dinilai masih kemahalan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir, saat berada di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (16/11).

Sofyan mengatakan pihaknya akan mengupayakan negoisasi penurunan harga terutama dengan perusahaan penyedia listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang memiliki waktu kontrak di atas 10 tahun.

Sofyan menjelaskan sifat dari negoisasi ini tidak memaksa. Ia menjelaskan, pihaknya mencoba menawarkan dan meminta pihak IPP untuk bisa menurunkan harga jual listrik.

“Yang lama lama saja, paling yang di atas 10 tahun. Kita negosiasi, kan mereka itu enggak bisa sepihak kan harus dua pihak kan,” ujar Sofyan.

Meski diimbau oleh pemerintah melakukan negoisasi ulang harga jual listrik, Sofyan menjelaskan selama ini harga listrik sudah cukup murah. Hal ini kata Sofyan terlihat dari beberapa kontrak yang sudah turun sekitar 1 hingga 2 sen per kwh.

“Sekarang hampir semuanya itu udah murah sudah turun antara 1 sampai 2 sen dolar AS,” ujar Sofyan.

Disisi lain, Sofyan tak menampik menjaga harga agar tetap bisa murah dimasyarakat bukan hanya perkara menekan harga jual dari IPP. Sofyan menjelaskan, pihaknya juga melakukan upaya efisiensi agar ongkos produksi dan penyaluran tak membengkak sehingga masih bisa diterima oleh masyarakat.

“Mungkin kita yang penting bahwa harga energi primernya bisa turun, ini naiknya agak signifikan,” ujar Sofyan.