Jakarta, Triknews.net – Direktur Pengadaan Strategis PT PLN (Persero), Supangkat Iwan Santoso, menuturkan kalau pihaknya merevisi kontrak Power Purchase Agreement (PPA) pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa Tanjung Jati A.

Menurut Supangkat, langkah itu dilakukan pihaknya setelah menerima surat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Lebih lanjut, Supangkat mengatakan kalau PPA untuk PLTU Jawa 3 sedang dilakukan renegosiasi. PLN melihat hal ini sebagai niat baik pemerintah yang bertujuan supaya harga jual listrik semakin terjangkau. Di mana harga jual beli listrik yang sebelumnya disepakati sebesar 6,1 sen dolar AS per kWh.

“Kalau tarif tidak naik atau turun kuncinya harga listrik di pembangkit harus lebih baik bagi PLN. Nah harus baiknya berapa, kita targetkan di bawah 6 sen. Besarnya 5,5 sen dolar AS per kwh,” kata Supangkat di Jakarta, Kamis (16/11).

Iwan mengatakan, terkait berubahan harga jual ini PLN sudah melakukan koordinasi dengan perusahaan listrik swasta, yakni PT Bakrie Power dan PT Tanjung Jati Power. Ia meyakini, perubahan harga tidak akan menurunkan realisasi pembangunan pembangkit listrik ini.

“Kita sudah beberapa kali. Optimis dan terbuka. Mudah-mudahan lanjut kalau enggak sepakat berarti enggak lanjut,” ujarnya.