Jakarta, Triknews.net – Niat pemerintah untuk menyederhanakan golongan listrik non-subsidi disambut baik dan diapresiasi. Karena hal itu bisa menguntungkan para pelanggan listrik PLN.

Apresiasi semacam ini disampaikan oleh Pengamat Energi dan Peneliti Center for Energy and Food Security Studies (CEFSS), Ali Ahmudi, saat berbincang dengan awak media, Selasa (14/11).

Ali mengataka, langkah tersebut bakal memudahkan masyarakat pengguna listrik non-subsidi, terutama yang membutuhkan daya besar.

Ali mengatakan biasanya listrik non-subsidi golongan 950 VA, 1.300 VA, 2.200 VA dan 3.300 VA dipakai oleh masyarakat yang produktif. Misalnya memiliki usaha sendiri di rumah atau ruko.

Kesulitan akan muncul saat pengguna golongan listrik tersebut mulai membutuhkan daya lebih besar. Pasalnya biaya untuk menambah daya, misalnya dari 950 VA menjadi 2.200 VA, cukup menguras kantong.

“Pengalaman saya, kalau listrik 900 VA itu kurang buat usaha. Sedangkan kebanyakan rumah kan dibekalinya dengan listrik ini. Kalau diperbesar, biaya per VA-nya mahal. Makanya rencana penyederhanaan ini jadi menguntungkan, karena naik ke 4.400 VA itu gratis,” terang Ali.

Selain soal usaha, penyederhanaan tersebut juga memberi fleksibilitas pada masyarakat. Dengan 4.400 VA, kebutuhan listrik saat terjadi penambahan anggota keluarga atau ketika memasang berbagai peralatan elektronik baru, bisa dipenuhi dengan mudah.

Sedangkan bagi industri, yang menggunakan listrik di atas 13.000 VA bakal mendapat keuntungan karena akan diubah menjadi loss stroom. Artinya dia bisa memakai listrik sesuai kebutuhan produksinya.