PERUBAHAN TARIF LISTRIK

Jakarta, Triknews.net – Pemerintah dan PT PLN (Persero) berencana menyederhanakan golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi menjadi 5.500 VA.

Namun rencana ini mendapat penolakan atau tidak disetujui dari beberapa pihak, karena diduga akan diikuti oleh kenaikan tarif.

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka menyatakan, saat ini pemerintah sedang intens mengkaji rencana tersebut bersama pihaknya.

Lebih lanjut, Made menyatakan bahwa orang yang tidak setuju dengan kebijakan itu karena mendapatkan informasi yang keliru (misinformasi), utamanya terkait dengan kenaikan tarif listrik.

“Enggak lah, ini kan masyarakat dapat informasi yang tidak jelas. Lalu seolah-olah program ini nanti akan menyedot masyarakat untuk bayar listrik lebih banyak, itu dari mana. Kalau rumahnya enggak berubah jumlah lampunya kan enggak berubah tagihannya meskipun dinaikkan (dayanya),” kata dia, Rabu (15/11).

Selain itu, PLN sedang menyiapkan rencana sosialisasi yang akan diberikan kepada masyarakat. PLN juga akan meminta respons masyarakat terkait dengan rencana penyederhanaan golongan listrik tersebut.

“Lalu program sosialisasinya sudah kita siapkan. Dalam waktu dekat kita akan bicara dengan berbagai pihak dengan media juga, atau sosialisasi melalui media cetak, online atau elektronik,” katanya.

“Yang penting kita akan survei juga respons masyarakat seperti apa. Survei kita menyampaikan dulu kepada masyarakat setuju enggak kalau ini diubah pengelompokannya dengan gratis biaya pasang, tidak ada kenaikan tarif, abonemen tetap seperti semula,” sambungnya.

Menurutnya, hal itu penting dilakukan agar masyarakat bisa paham dan mengetahui manfaat dari rencana ini. Selain itu, sosialisasi juga bisa menghilangkan tudingan-tudingan negatif terhadap rencana penyederhanaan golongan listrik rumah tangga.

“Tetapi dengan daya dinaikkan, masyarakat bisa punya keuntungan, misalnya ada hajatan dan lain sebagainya mereka sudah siap. Jadi ini mumpung digratiskan adalah kesempatan yang baik,” tutur Made.