Jakarta, Triknews.net – Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir, menuturkan kalau perseroan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga agar tarif listrik tidak mengalami kenaikan setiap tahunnya. Perjuangan sampai ‘berdarah-darah’.

“Padahal kita berdarah-darah mempertahankan tarif masyarakat supaya tidak naik,” kata Sofyan di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Kamis (16/11) kemarin.

Menurut Sofyan, usaha untuk mempertahankan tarif listrik yang terjangkau itu bisa dibilang tidak mudah, karena mulai merangkaknya harga batu bara dan gas yang digunakan sebagai sumber energi pembangkit.

“Di lain pihak kurs naik, inflasi ada, batu bara (harganya) lompat dan gas naik,” ujarnya.

Selain itu, kata Sofyan, PLN juga melakukan efisiensi di berbagai sisi untuk menekan biaya produksi listrik, yaitu dengan memangkas rantai pembelian batu bara dan melakukan kajian jual beli listrik dengan Independent Power Producer (IPP).

“Kita mati-matian efisiensi kurangin diesel, pedagang batu bara kita buang semua kita cari pengusaha tambang sebagai pemasok,” tutur Sofyan.

Terkait rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik, ia mengatakan tidak ada kenaikan tarif. Bahkan pemasangan Miniature Circuit Breaker (MCB) dilakukan secara gratis dan diberikan kebebasan kepada pelanggan ingin ikut penyederhanaan atau tidak.

“Tambah daya kemungkinan gratis, listrik enggak naik, abondemen awal dan opsional. Boleh nambah boleh tidak,” pungkasnya.