Jakarta, Triknews.net – Pemerintah dan PT PLN (Persero) berencana melakukan penyederhanaan golongan tarif listrik rumah tangga non-subsidi tanpa diikuti kenaikan tarif.

Dengan rencana tersebut, PLN disebut-sebut bakal mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari para pelanggan yang golongan listriknya ikut disederhanakan.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir, menegaskan bahwa rencana penyederhanaan golongan itu untuk meningkatkan konsumsi listrik bagi 6,7 juta pelanggan listrik Indonesia.

Ketika dikonfirmasi mengenai tudingan PLN mengeruk keuntungan kebijakan ini, Sofyan menjelaskan tidak ada yang salah jika PLN mengambil keuntungan dari penyederhanaan golongan daya listrik itu.

“Keuntungan mah namanya juga hukum dagang, nanti misalnya ada keuntungan untuk listrik desa. Untuk satu rumah di NTT dan Liran itu, 150 juta satu rumah. ongkosnya mahal. Tapi itu seluruhnya dana PLN. PLN harus laba. Kalau nggak 2.500 itu nggak terpenuhi,” ujar Sofyan Basir saat ditemui di Jakarta, Kamis (16/11).

Lebih jauh Sofyan menegaskan bahwa jika masyarakat banyak yang menambah daya. PLNdipastikan mendapatkan keuntungan dari penjualan listrik lantaran bertambahnya konsumsi listrik masyarakat. Menurut dia, pemakaian dan konsumsi listrik yang terus meningkat secara tak langsung mendongkrak keuntungan PLN.

“Jadi gini, misalkan tambahan yang pasti itu total kita 13 koma sekian juta yang akan mendapatkan migrasi ini. Ini rumah tangga semua. yang 1.300 VA sampai 4.400 VA. kalau nambah pemakaian, PLN untung. Iya dong. Oktober sekarang penambahan konsumsi listrik 6 persen. Juli emang minus, karena puasa. persentase kenaikan bulanan agak turun, tapi tetap naik. Tetep tumbuh. Kenaikannya yang tidak seperti bulan kemarin,” tambah dia.

Sofyan menegaskan bahwa keuntungan PLN sejatinya akan dikembalikan kepada masyarakat juga. Sebab keuntungan PLN itu ke depan menurut Sofyan juga akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur di bidang kelistrikan dan meningkatkan elektronifikasi terutama di wilayah terdepan dan terpencil.