Jakarta, Triknews.net – Pemerintah dan PT PLN (Persero) menyederhanakan golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi tanpa diikuti kenaikan tarif, meskipun ada peningkatan daya.

Peningkatan daya itu, menurut Dirjen Ketenagalistrikan, Andi Sommeng, tidak akan mengubah atau menaikkan tarif dan abodemennya.

“Jadi jangan berpikir negativ, harga kWh tidak berubah dan abodemen juga tetap meskipun akan dibicarakan secara lebih detail,” katanya.

Lebih lanjut, Andy menegaskan bahwa penyederhanaan itu tidak akan memberatkan masyarakat.

“Justru masyarakat jadi bisa memanfaatkan listrik dengan baik,” katanya.

Pemerintah berharap, dengan penyederhanaan golongan pelanggan itu, masyarakat dapat mengakses tenaga listrik bahkan akan menguntungkan UMKM.

“Dengan kenaikan daya tanpa tambahan biaya dan tanpa kenaikan tariff per-kWh, UMKM dapat berkembang. Mereka akan memeroleh daya listrik yang lebih besar tanpa mengeluarkan biaya tambahan,” ujar Andy.

Penetapan kelas baru pelanggan tersebut bertujuan meningkatkan prioduktivitas dan daya saing UMKM. Selain itu masyarakat secara mandiri dapat menggunakan daya listrik secara lebih leluasa.

Hal itu merupakan angin segar sekali gus ”ujian” bagi semua pelanggan PLN. Meskipun tarif per-kWH dan abudemen tidak berubah, penambahan daya berbanding lurus dengan naiknya jumlah pembayaran.

Para pelanggan nonsubsidi yang sekarang dibatasi jumlah daya yang dilangganinya, diprediksi akan menggunakan daya listrik lebih dari kebutuhannya.

Sebelum ada perubahan, para pelanggan akan konsisten menggunakan daya listrik maksimal sesuai dengan kelasnya. Misalnya pelanggan dengan kelas 900VA, tidak mungkin menggunakan daya listrik lebih dari 900VA.