Jakarta – Kelompok mahasiswa tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Bangsa berunjuk rasa didepan Balaikota DKI dan Gandaria City, Senin (20/11).

Mereka menolak diselenggarakanya event Djakarta WareHouse Project (DWP) yang sebentar lagi akan digelar dipenghujung tutup tahun yakni 15-17 Desember 2017 di JI Expo Kemayoran.

“Kami mendesak Pemprov DKI Jakarta dan Kepala Kepolisian Daerah Jakarta untuk tidak memberi izin penyelenggaraan acara DWP 2017 tersebut,” ungkap Koordinator aksi Putra saat berorasi.

Menurutnya, apabila Pemprov DKI Jakarta dan Kepolisian DKI Jakarta memberikan izin penyelenggaraan maka pihaknya bakal menyuarakan kepada publik bahwa Kepolisian dan Pemprov DKI Jakarta telah memberikan izin atas agenda yang bukan mengangkat martabat bangsa melainkan merusak moral pemuda dan generasi penerus bangsa.

“Banyak generasi muda yang mengalami degradasi moral karena hedonisme dan hura-hura bukanlah ciri khas bangsa kita. Maka kami selaku pemuda dan mahasiswa yang masih peduli terhadap moral masa depan anak bangsa saat ini mengutuk dengan keras serta menolak di selenggarakanya DWP tersebut,” beber Putra.

Dikatakannya, melihat kemegahan DWP dengan ribuan para pecinta EDM (Electronic Dance Music) seakan-akan sudah menjadi budaya Indonesia, padahal berjoged, menghentakan kaki, mengangkat tangan dan menggoyangkan badan dengan pakaian minim pada malam hari di iringi DJ bukan budaya asli Indonesia.

“Ini adalah budaya asing dan merusak moral pemuda. Kemeriahan DWP membuka mata kita bahwa di zaman semankin modern ini budaya Indonesia sudah tercampur dengan budaya asing. Kami sangat kecewa sebagai generasi muda,” jelasnya.