Jakarta, Triknews.net – Rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi diterima oleh Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

Walaupun demikian, IKM mengajukan beberapa syarat, antara lain: Pertama, penyesuaian kapasitas listrik tidak dikenakan biaya tambahan, serta tarif per Kwh juga tidak mengalami kenaikan.

“Pada prinsipnya kami tidak menolak rencana penyederhanaan tersebut. Namun kami tetap memilih tarif yang murah dan kompetitif. Alasannya, kalau listrik mahal pasti akan menekan biaya operasional. Ini yang akan mempengaruhi daya saing,” ujar¬† Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Barat, Iwan Gunawan, di Bandung, Selasa (21/11).

Menurut rencana, pemerintah melalui PLN akan menyederhanakan golongan pelanggan listrik rumah tangga 1.300-4.400 Volt Ampere (VA) menjadi 5.500 VA. Dengan adanya wacana ini, kalangan pengusaha menjadi semakin bertambah beban operasionalnya. Di sisi lain, volume penjualan sedang kurang menguntungkan belakangan ini.

“Harusnya pemerintah lebih memprioritaskan daya saing produk lokal. Saat ini IKM dalam negeri sulit bersaing karena gempuran produk impor yang masuk dan menerapkan harga lebih murah,” tandas Iwan.

Persoalan yang tak kalah membelit, terang Iwan, saat ini daya beli dan konsumsi masyarakat terus menurun. Perubahan konsumsi itu terjadi pada kalangan menengah ke atas, demikian juga untuk kalangan bawah.

Kalangan pengusaha berharap, pemerintah lebih meningkatkan keberpihakan pada IKM. Salahsatu kontribusinya dalam bentuk insentif penurunan tarif listrik. Dengan demikian, produk lokal bisa memenangkan persaingan, baik di pasar lokal maupun global.

“Kita sulit menungkatkan daya saing dengan negara kain karena sudah tertinggal banyak hal. Contohnya tarif listrik di luar negeri banyak yang lebih murah dibandingkan Indonesia. Belum lagi dengan dukungan penuh pemerintah mereka terhadap sektor riil,” keluhnya.

Saat ini sebagian besar pelaku IKM masih menggunakan listrik golongan pelanggan rumah tangga. Menurut Iwan, kontribusi ongkos listrik terhadap seluruh komponen biaya produksi IKM bervariasi, tergantung jenis usaha, maksimal mencapai 20%.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mengatakan, rencananya proses penyederhanaan golongan pelanggan nonsubsidi ditargetkan selesai pertengahan 2018. Penyederhanaan golongan pelanggan berlaku bagi daya 1.300-4.400 VA.

Ia menegaskan, pelanggan 450 VA dan 900 VA tidak ikut disederhanakan atau diajak menambah dayanya menjadi 5.500 VA. Pasalnya, menuruf Sofyan, golongan 450 VA dan sebagian pelanggan 900 VA masih disubsidi pemerintah.

Mengenai pelanggan 900 VA yang ingin menaikkan daya listriknya, menurut dia, saat ini belum ada kebijakan untuk pembebasan biaya. Saat ini yang baru direncanakan pembebasan biaya tambah daya adalah pelanggan 1.300-4.400 VA ke 5.500 VA.