Direktur Regional Jawa Bagian Barat PLN, Haryanto WS mengatakan, saat ini kondisi pasokan listrik cukup memenuhi kebutuhan, bahkan cadangan listrik di wilayah Jawa Bali mengalami kelebihan.

Saat ini daya mampu pasokan jaringan Jawa Bali mencapai 30.00P Megawatt (MW), dengan cadangan mencapai 8.000 MW.

“Untuk, Jawa Bali sekarang 31% cadangannya dari 30.000 MW, jadi hampir 7.000 sampai 8.000 MW,” kata Haryanto, melalui siaran tertulisnya, Selasa (21/11).

Menurut Haryanto, dengan cadangan pasokan listrik sebesar 31%, PLN akan berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi. Cadangan tersebut dapat memenuhi investasi baru, baik industri, binis maupun perumahan.

“Harapannya bahwa PLN berkontribusi di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, dengan menyediakan listrik untuk kebutuhan industri bisnis dan perumahan,” tuturnya.

Haryanto mengungkapkan, pasokan listrik akan semakin bertambah ke depannya, seiring dengan beroperasinya pembangkit yang masuk dalam program 35.000 MW.

Pada tahun depan PLN akan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLMG) Muara Karang ber kapasitas 500 MW dan Tanjung Priok 1.000 MW,

“Tahun depan Muara Karang 500 MW, Priok 1000 MW. Dengan program 35.000 MW saat ini kondisi nasional sudah cukup dayanya apalagi ada program 35.000 MW bisa membantu pengusaha di Indonesia,” pungkasnya.