Bengkulu, Triknews.net – PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (WS2JB) dan PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Bengkulu menandatangani nota kesepahaman suplai listrik sebesar 6,5 Mega Volt Ampere (MVA) untuk kebutuhan pengembangan kawasan Pelabuhan Pulai Baai, Kota Bengkulu.

“Kami siap melayani kebutuhan listrik PT Pelindo II berkaitan dengan rencana pengembangan kawasan Pelabuhan Pulau Baai pada 2018,” kata Direktur PT PLN (Persero) Regional Bisnis Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto di Bengkulu, Rabu (22/11).

Penandatanganan kesepahaman itu dilakukan oleh General Manager PT PLN W2SJB, Daryono dan General Manager PT Pelindo II Cabang Bengkulu, Drajat Sulistyo.

Wiluyo mengatakan dalam waktu dekat Provinsi Bengkulu akan mempunyai total daya sebesar 500 Megawatt (MW) jika pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di Teluk Sepang berkapasitas 2×100 MW beroperasi pada 2019.

Saat ini kata dia, total daya mampu yang dimiliki Bengkulu sebesar 261 MW, sedangkan yang baru termanfaatkan pada kondisi beban puncak sekitar 150 MW.

“Jadi untuk kebutuhan suplai listrik, Bengkulumasih berlebih daya,” ucapnya.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya yang menyaksikan penandatanganan itu menyampaikan terimakasihnya kepada PT PLN(Persero) WS2JB yang telah menyediakan aliran listrik untuk PT Pelindo II.

“Kami akan membangun pelabuhan untuk mempermudah semua pekerjaan dan mempercepat lajur keluar masuk barang,” ujarnya.

Peningkatan kebutuhan listrik untuk PT Pelindo II cukup tajam di mana selama ini daya listrik yang dipasok ke perusahaan itu hanya 0,865 MVA.

Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah yang juga ikut menyaksikan penandatanganan mengatakan kerja sama ini sejalan dengan program prioritas daerah yakni pembangunan infrastruktur strategis dalam hal ini kawasan Pelabuhan Pulau Baai.

“Kami berharap pengembangan pelabuhan ini terwujud hingga menjadi pelabuhan internasional yang mendukung perekonomian Bengkulu,” kata dia.