Jakarta, Triknews.net – PT PLN (Persero) mendukung penuh pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, salah satunya melalui ajang ‘Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) IX bersama PLN’.

Ajang ini merupakan salah satu kompetisi mobil listrik paling bergengsi diantara kalangan mahasiswa perguruan tinggi yang mempunyai ketertarikan khusus terhadap pembuatan dan perakitan mobil listrik tahun 2017.

General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Iwan Purwana mengungkapkan, mengatakan keberadaan PLN disini sebenarnya lebih dari sekedar menjual listrik saja.

“Tapi penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan harus mendapat dukungan yang maksimal dari semua pihak. Penggunaan energi baru dan terbarukan ini juga merupakan salah satu pengembangan prioritas bagi PLN,” kata Iwan dalam siaran persnya, Kamis (23/11).

Menurut dia, untuk menyambut era kendaraan listrik, salah satu dukungan nyata yang diberikan oleh PLN untuk menyukseskan penggunaan kendaraan listrik di tengah-tengah masyarakat, antara lain dengan pengembangan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU).

SPLU ini diharapkan dapat melayani kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum, seperti untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau pedagang kaki lima (PKL) serta mencegah adanya pencurian listrik yang membahayakan.

Ia mengatakan, pengoperasian SPLU mengadopsi sistem prabayar dan untuk menggunakannya, masyarakat perlu mengisi pulsa (stroom) kWh meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank (PPOB), ATM, minimarket, dan lain-lain dengan menyebutkan ID Pelanggan atau nomor kWh Meter yang tercantum di SPLU yang akan digunakan.

“SPLU sendiri terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe hook yang dapat ditemui di tiang-tiang milik PLN, dan tipe standing yang menjadi suatu bangunan tersendiri,” kata dia.

SPLU tipe hook terdiri dari 2 kWh Meter dan setiap meter memiliki daya 5.500 VA sedangkan SPLU tipe standing terdiri dari 4 kWh Meter. Daya dari masing-masing kWh Meter tersebut juga bisa ditingkatkan menjadi 11.000 VA.

Iwan menuturkan dengan kapasitas daya tersebut, SPLU mampu menyuplai listrik untuk charging kendaraan listrik yang memiliki daya bervariasi antara kisaran 500-2.500 Watt.

Masyarakat dapat meminta kepada PLN untuk memasangkan SPLU di lokasi yang diinginkan agar kebutuhan energi listriknya dapat terpenuhi, termasuk sebagai charging station kendaraan listrik yang akan lebih pas bila diletakkan di tempat parkir misalnya.

“Melalui kegiatan ini kami sampaikan pada para penggiat, pemerhati dan komunitas Kendaraan Listrik bahwa PLN siap mendukung Pengembangan Kendaraan Listrik baik itu dari segi pasokan daya, sarana prasarana dan lainnya, pokoknya kita siap. Untuk itu yang terpenting kesiapan SDM di Indonesia untuk menyerap dan mengembangkan kendaraan listrik yang paling siap dikonsumsi masyarakat,” lanjut Iwan Purwana.

Sementara itu KMLI dilaksanakan oleh Politeknik Negeri Bandung dengan dukungan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi serta PT PLN (Persero) sebagai sponsor utama. KMLI kali ini dilaksanakan pada tanggal 23-25 November 2017 di Kampus Politeknik Negeri Bandung Jalan Geger Kalong Hilir Ciwaruga Kota Bandung.

Dengan mengangkat tema “Mobil Listrik Sebagai Kendaraan yang Efisien, Ekonomis dan Aman serta Ramah Lingkungan” melalui kompetisi ini diarahkan untuk mendorong inovasi dibidang kendaraan listrik untuk lebih menggeliat sehingga lebih memasyarakat di berbagai lapisan.

Bukan tidak mungkin, berawal dari kegiatan ini akan menciptakan inovator-inovator kendaraan listrik yang karyanya bermanfaat bagi masyarakat banyak. Itulah yang mendasari dukungan PLN bagi kegiatan ini dengan berperan sebagai salah satu sponsor utama.

Hadir dalam pembukaan KMLI IX tahun ini, Pembantu Direktur Politeknik Negeri Bandung Bidang Akademik Paula Santirudati, Perwakilan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Agus Puji Prasetyo, General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Iwan Purwana dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Jawa Barat Lukman Salahudin.

“Tahun ini secara kualitas terjadi peningkatan, terlihat dari mobil mobil yang dipertandingan. Artinya awareness mahasiswa untuk berinovasi membuat kendaraan yang ramah lingkungan semakin meningkat,” ujar Paula selaku Pembantu Direktur Politeknik Negeri Bandung Bidang Akademik Paula Santirudati.