Menteri ESDM Ignasius Jonan (Foto: jawapos.com)

Jakarta, Triknews.net – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengomentari surat Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) kepada PT PLN (Persero) yang berisi permintaan agar perusahaan plat merah itu melakukan pengkajian ulang terhadap kontrak Power Purchasing Agreement (PPA) dengan beberapa industri pembangkit listrik.

Pasalnya beberapa pembangkit listrik yang dianggap terlalu mahal. Pemerintah meminta untuk menurunkan sedikit harga listrik per kilowatt per hour (kwh).

Jonan menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian ESDM mampu melakukan negoisasi hingga disepakati untuk IPP Jawa 9 dan Jawa 10 bisa sedikit diturunkan.

“Yang dari kelistrikan siapa? Gini, ini contohnya banyak perusahaan swasta itu membangun Independent Power Plant (IPP) misalnya untuk pembangkit Jawa 9 dan 10 di jual ke PLN itu tarifnya berapa kan,” tambah dia.

Menteri Jonan menambahkan bahwa dengan melakukan peninjauan ulang pemerintah melalui PLN bisa menurunkan tarif dari 6 sen per kWh menjadi 5,5 dan 5,33 sen per kWh-nya.

Meski tampaknya hanya turun sedikit. Namun demikian Jonan mengklaim pemerintah bisa menghemat biaya pembelian setiap 100 MW dengan harga 5,33 sen tersebut. Pemerintah bisa menurunkan biaya kurang lebih mencapai Rp 1 triliun.

“Terakhir tarifnya yang disetujui pemerintah 5,33 sen per kWh. Kalau dilihat dari tahun sebelumnya dengan tarif yang mencapai 6 sen. Tau berapa bedanya? Kalau 100 MW bedanya Rp 1 triliun,” tambah dia.

Ke depan Jonan berharap dunia usaha mendukung program pemerintah untuk memberikan akses energi berkeadilan untuk masyarakat Indonesia. Pasalnya pemerintah sudah melakukan pengkajian secara terukur dan objektif sehingga tidak merugikan dunia usaha.