Jakarta, Triknews.net – PT Indonesia Power, salah satu anak usaha PT PLN  (Persero), dalam waktu dekat akan menjalin kerjasama dengan PT Adaro Energy terkait pengembangan pembangkit listrik tenga uap (PLTU) mulut tambang di Kalimantan Timur berkapasitas 2100 megawatt (MW).

Informasi ini disampaikan oleh Direktur Utama Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani, kepada awak media di Jakarta, Kamis (23/11).

Menurut Inten, saat ini pihak PLN dan pihak Adaro tengah menjalin koordinasi secara intensif untuk persiapan kerjasama tersebut.

Inten menyatakan, pihaknya tengah meminta persetujuan dari perusahaan induk yaitu PT PLN (Persero) terkait dengan rencana tersebut. Termasuk di antaranya mendengarkan permintaan dan harapan dari PLN dari adanya kerjasama itu.

“Ini melalui proses pemilihan mitra untuk PLTU Mulut Tambang. Salah satu mitra yang terpilih adalah Adaro. Kami bermitra untuk pembangkit dan batu baranya,” kata Inten.

Menurut Inten, investasi yang dibutuhkan diperkirakan USD900 per Kwh. Sementara porsi kepemilikan saham dari kerjasama tersebut yaitu sebanyak 51 persen Indonesia Power dan 49 persen Adaro.

Ditargetkan, pada 2021 PLTU tersebut sudah dapat beroperasi.

“Kalori batu baranya sekitar 3500an. Kalau kalori sebesar itu dibawa keluar dari tambang, akan tidak ekonomis, berat di ongkos. Jadi nanti kami sesuaikan boilernya, spesifikasi pembangkitnya dengan kalori batu bara yang ada”, tandasnya.