Jakarta, Triknews.net – PT PLN (Persero) Rayon Pulung Kencana memutus aliran listrik Dinas Ketahanan Pangan Tulang Bawang Barat. Pemutusan listrik ini dilakukan PLN, karena yang bersangkutan diduga melakukan pelanggaran dengan “mencuri listrik” selama 2 tahun.

Pemutusan berlangsung pada Kamis (23/11), tampak petugas PLN memutus 2 unit kilowat-jam (kWh) sekaligus. Pemutusan tersebut dituliskan dalam berita acara hasil Pemeriksaan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).

Saat ditanya awak media terkait kejadian tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tulang Bawang Barat, Miki, mengatakan kedatangan petugas PLN tersebut bukan berdasarkan dugaan adanya pelanggaran di dinas yang dipimpinnya.

“Ini bukan pemutusan, memang kWh itu sudah lost setrum sudah lama sekitar 2 tahunan, menurut staf saya. Tidak mungkin melanggar, kalau untuk anggarannya itu ada setiap bulannya tapi saya tidak tau rinciannya,” katanya.

“Gimana kami mau bayar kalau tagihannya tidak ada, ini bukan kesalahan kami, soalnya kami sudah lapor ke PLN. Bahkan saya belum di sini memang sudah lapor karena 2 kWh itu meledak, sebenarnya itu kesalahan mereka (PLN) bukan kesalahan kita,” timpal Miki, Kamis (23/11).

Dia menyatakan tidak setuju dengan penerbitan berita acara yang dikeluarkan PT PLN Rayon Pulung Kencana. “Jangan berita acaranya kayak gitu. Kalau berita acaranya begitu, itu memojokkan kami, seolah kami maling, kenapa harus maling anggarannya memang ada,” terangnya.

Sementara, Kepala PT PLN Rayon Pulung Kencana Darma ketika dikonfirmasi mengenai laporan yang pernah dilayangkan Dinas Ketahanan Pangan 2 tahun lalu mengatakan, agar ucapan Miki harus disertai bukti.

“Ya kalau memang mereka sudah melaporkan kepada pihak PT PLN, yang pasti mereka punya bukti pelaporan yang jelas. Sebab bisa saja orang dari luaran mengaku-ngaku sebagai anggota atau pun karyawan  PT PLN. Terkait masalah itu akan saya lakukan pengecekan dulu kebenaran ada dimana,” tandas Darma.