Jakarta, Triknews.net – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menggelar kegiatan Multi Stakeholder Forum di Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan setelah sebelumnya sukses menghelat Multi Stakeholder Forum di Semarang 1 Agustus lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Royal Ambarukmo ini dihadiri lebih dari 100 pelanggan yang terdiri dari pelanggan Tegangan Tinggi dan Menengah di DIY. Hadir seluruh lapisan Forkompimda mulai Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bupati-Bupati sampai Kejaksaan Tinggi DIY.

Hadir mewakili PLN, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah, Amir Rosidin, General Manajer Distribusi Jawa Tengah dan DIY serta Manajer-Manajer Area. Dalam paparannya, Amir turut menjelaskan mengenai tagline LAMP yang memang tengah giat didengungkan PLN.

LAMP merupakan singkatan dari layanan masyarakat terus membaik, amanah untuk mendukung program pemerintah, meningkatkan efisiensi secara operasional dan non-operasional serta peningkatan kemampuan pendanaan dan kinerja keuangan. Dari aspek layanan masyarakat, ia menekankan PLN terus meningkat dari tahun ke tahun.

Hal ini dapat ditinjau dari peningkatan rasio elektrifikasi, daya tersambung dan tidak adanya lagi defisit. Dari kategori Ease of Doing Business yang disurvei World Bank, PLN alami kenaikan peringkat dari 101 jadi 38, dan penyambungan ini dirasa akan berimbas kepada investasi di Indonesia.

“Pada 2015 rasio elektrifikasi PLN 88,3 persen, 2017 rasio elektrifikasi sebesar 93,08 persen, kemudian pada 2015 ada defisit daya di beberapa daerahm 2017 PLN berhasil menghilangkan defisit,” kata Amir, Jumat (24/11).

Dalam forum dilakukan penandatanganan MoU dengan dua pelanggan yaitu Real Estate Indonesia DPD DIY dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia DIY. Selain itu, ada pula MoU SPJBTL dengan Perum Telekomunikasi, PT Bejo Luminto dan PT Bidakara Indah Sejahtera.

Pada kesempatan ini, PLN memberikan apresiasi kepada pelanggan yang tertib dalam membayar listrik. Kelima pelanggan yang diberikan penghargaan yaitu Pemda DIY, Bank Indonesia, Kereta Api, PT Adi Satria Abadi dan Universitas Sanata Dharma.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan apresiasi atas keterbukaan PLN dalam menerima masukan berupa umpan balik dari pelanggan atas pelayanan PLN. Ia turut berpesan, agar keluhan yang sering muncul seperti pemadaman sepihak dan penipuan yang mengatasnamakan PLN hendaknya direspons secara cepat.

“Sehingga tidak menciptakan citra yang buruk bagi PLN, saya berharap PLN akan terus maju dan berkembang,” ujar Sultan.