Jakarta, Triknews.net – PTĀ PLN (Persero) Area Kotamobagu menggelar simulasi bagaimana menghadapi dan menanganiĀ  aksi demonstrasi yang protes atas pelayanan perusahaan plat merah itu.

Dalam simulasi, diperagakan bagaimana massa protes ke PLN yang sudah enam bulan lamanya menunggu pemasangan jaringan listrik, padahal pembiayaan sudah dibayarkan, lalu ditambah lagi dengan kerapnya pemadamam listrik.

Awalnya massa diterima dengan baik-baik oleh pihak security, lalu terjadi dialog. Namun massa bersikeras ingin masuk bertemu dengan pimpinan untuk menyampaikan masalah yang dialami. Semetara pihak keamanan PT PLN menjelaskan bahwa pimpinan kantor tidak berada ditempat, membuat massa tak puas hingga marah

“Sudah ada enam bulan bayar tapi meter kami tak kunjung terpasang, sehinga kami mempertanyakan,” koar massa di depan pintu gerbang kantor PLN.

Salingdorong pun tak tertahan, terjadi lemparan dari massa ke bagian dalam kantor. Pihak security kemudian meminta bantuan Polisi Polres Bolmong untuk menghalang massa yang mulai meringsek masuk kedalam halaman.

Simylasi tersebut diadakan di kantor PLN Area Kotamobagu 2017, yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Bolmong Kompol Effendi Tubagus didampingi Kasat Sabhara AKP Jendri Lewan, kasat Lantas AKP Arke Palundung dan Kabag Humas AKP Saiful Tamu.

“Jadi dalam latihan, diperagakan adegan sampai ricuh antara massa yang diperankan oleh aparat dengan petugas, hingga ada adegan buang tembakan dan dugaan penemuan bom,” kata Kompol Effendi Tubagus Kabag Ops Polres Bolmong.

Latihan ini juga untuk silah turahmi antara pimpinan PT PLN Area Kotamobagu dengan Kapolres Bolmong AKBP Gani F Siahaan. Dari evaluasi yang diperoleh polisi meminta kepada PLN siapkan alat peraga, kantong plastik berisi air diperbanyak, alat peragam lainnya seperti ban yang akan dibakar dan pengeras suara atau sound sistem agar skenario yang dibacakan bisa terdengar.

“Adegan penguraian massa akan dimatangkan dalam latihan di Mako Polres Bolmong,” tambahnya. Kabag humas Polres Bolmong AKP Saiful Tamu menjelaskan latihan ini dalam rangka pengamanan objek vital sesuai Perkap Nomor 4 tahun 2007 tentang pengamanan objek vital.

Dimana PLN sebagai sarana untuk pelayanan kepada masyarakat. Dalam skenario yang diatur ada ketidak puasan atas pelayanan sehingga ada unjuk rasa berujung anarkis. “Diperagakan petugas melakukan tindakan sesuai protap, kemudiandipersepsikan sampai terjadi hal-hal yang buruk seperti adanya buang tembakan dan dugaan temuan bom,” urainya.

Dalam simulasi tersebut melibatkan 150 personil gabungan Polisi Polres Bolmong dibantu sejumlah Sekurity PT PLN Area Kotamobagu.