Surabaya, Triknews.net – Deputy Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jawa Timur (Disjatim), Pinto Raharjo, mengimbau masyarakat untuk lebih kooperatif ketika menemukan gangguan jaringan listrik di tempat tinggalnya.

Caranya, lanjut Pinto, agar melaporkan kepada PLN ketika menemukan sesuatu yang perlu ditindaklanjuti. Sekecil apapun gangguan tersebut, kata Pinto, harus segera diatasi agar pasokan listrik kepada konsumen tidak terganggu, terlebih dengan masuknya musim penghujan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat supaya lapor ke PLN ketika ada pohon yang sudah mendekati jaringan agar nantinya tidak terjadi gangguan listrik di wilayah mereka. Karena membiarkannya itu sangat bahaya,” ujar Pinto, Senin (27/11).

Pinto menyebut misalnya, pohon yang dahan atau daunnya telah mendekati jaringan listrik harus segera dipangkas. Karena ketika dibiarkan akan menyebabkan terjadinya gesekan antara kabel listrik dengan dahan. Dan jika hal tersebut dibiarkan, maka pembungkus kabel akan terkelupas sehingga akan mengakibatkan hubungan arus pendek atau konsleting.

“Ada beberapa kanal yang bisa dipilih masyarakat untuk melakukan pelaporan, pertama dengan menghubungi 123, dengan melaporkan kepada saya secara langsung, atau melaporkan kepada kantor pelayanan PLN terdekat,” ujar Pinto.

Dia menjelaskan, pihak PLN Distribusi Jatim juga sudah melakukan antisipasi atas kondisi tersebut dengan mengangkat “Mandor Line”.

Tim tersebut bertugas melakukan investigasi jaringan di sejumlah lokasi, apakah ada pondasi tiang listrik yang retak, ataukah ada dahan yang mendekati jaringan ataukah ada kabel yang mengelupas atau ada material lain yang rusak . Langkah tersebut dilakukan karena terkadang pekerjaan ini di Rayon PLN kurang maksimal.

Terkait itu, masyarakat diminta untuk ikut tanggap jika saat hujan terjadi situasi yang mengakibatkan listrik padam atau jaringan terganggu, misalnya ada pohon yang tumbang tepat di jaringan listrik atau ada trafo yang meledak.

“Jika kondisi tersebut terjadi, maka masyarakat harus tanggap dan secepatnya melaporkan kejadian tersebut kepada PLN,” terangnya.

Dijelaskan, sebenarnya suplai listrik untuk wilayah Jatim saat ini lebib dari cukup. Pasokan listrik Jatim dari berbagai pembangkit listrik di Jatim mencapai sekitar 8.670 Mega Watt (MW) sementara kebutuhan listrik di Jatim rata-rata mencapai 5.000 MW.

Bahkan di saat puncak beban yang terjadi beberapa waktu yang lalu, konsumsi listrik masyarakat Jatim hanya mencapai 5.600 MW.

“Kalaupun ada listrik padam, pasti itu karena gangguan dan bukan karena supali listrik kurang,” pungkasnya.