Jakarta – Forum Umat Islam (FUI) berencana menggelar aksi damai pada 21 Februari mendatang. Berbagai Ormas Islam pun direncanakan hadir dalam kegiatan yang dinamai Aksi 212 Jilid II tersebut dengan sasaran Gedung DPR RI.

Namun, hal itu berbeda pandangan dengan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Jakarta terkait rencana demo yang kini jadi viral tersebut.

Aliansi BEM se Jakarta justru menegaskan tidak ikut terlibat dalam gerakan massa yang akan turun aksi dengan mengatasnamakan aksi 212 jilid II tersebut.

“Kami Aliansi BEM se Jakarta menyatakan bahwa kami tidak termasuk dan terlibat dalam gerakan massa yang akan turun dengan membawa nama 212,” tegas Koordinator Aliansi BEM se Jakarta Ayaturrahman, saat jumpa pers bertema “Mengawal Pilkada agar berjalan Aman dan Kondusif” di Rumah Makan Bumbu Desa, lantai 2 Plaza Kalibata, hari ini.

Selain itu, dia juga menyoroti hiruk pikuk pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang baru saja digelar pada 15 Febuari 2017. Dalam Pilkada tersebut, kata Ayaturrahman, khususnya di wilayah Jakarta hembusan angin tak sedap banyak berhembus sentimen Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan, kian kencang menerpa lawan-lawan politik.

Terlebih lagi, sambung dia, Pilkada DKI Jakarta masuk dalam putaran kedua banyak sekali isu-isu yang menggejala sejak lama, turut meramaikan Pilkada di Ibu Kota negara ini.

“Terang saja, Pilkada di DKI Jakarta, yang cukup menyedot perhatian publik Indonesia selama ini,” terang dia.

Sebab, tambah Ayaturrahman, pertama, karena Jakarta adalah miniatur Indonesia. Selanjutnya, kata dia, karena Jakarta adalah Ibu Kota Negara. Ketiga, para kandidat Gubernur Jakarta diusung menghadirkan kembali ingatan masyarakat tentang pemilihan-pemilihan Presiden di masa lalu. Terakhir, posisi geopolitik Jakarta yang sangat strategis karena posisinya sebagai provinsi ‘ex-officio’, Ibu Kota Negara.

“Mengingat posisi Jakarta yang sangat strategis begitu rupa sehingga menarik perhatian seluruh bangsa Indonesia tertuju kepadanya,” ucapnya.

Maka itu, lanjut Ayaturrahman, pihaknya merasa perlu menyikapinya secara serius agar Pilkada di DKI Jakarta ini berjalan secara damai dan jujur serta adil yakni dengan mendukung penegakan hukum secara adil terhadap siapapun yang terindikasi melanggar hukum.

Namun, sambung dia, aksi massa yang menekan legislatif yudikatif dan eksekutif di masa tahapan Pilkada rawan provokasi dan penyusupan kepentingan lain sehingga berpotensi konflik.

“BEM juga menyerukan semua pihak menahan diri menjaga suasana kondusif agar Pilkada dapat dilaksanakan secara damai demokratis dan berkualitas,” tandasnya.