Jakarta, Triknews.net – Pemerintah terus membangun megaproyek listrik 35.000 megawatt (MW) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bagaimana progresnya sampai saat ini?

Daritotal 35.000 MW, 10.000 MW di antaranya dikerjakan PLN dan 25.000 MW dikerjakan oleh swasta (Independent Power Producer/IPP).

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, menuturkan bahwa dari 35.000 MW itu, sekitar 29.746 MW di antaranya sudah dilakukan perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA). Kemudian, dari 29.746 MW, 15.000 MW diantaranya sudah memasuki tahap konstruksi dan 948 MW sudah beroperasi.

Hal itu disampaikan Suprateka dalam Forum Merdeka Barat (FMB) di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Kamis (30/11) lalu.

“Sudah kontrak 29.746 MW, ada unsur 15.000 MW masuk konstruksi. Konstruksi ini tinggal tunggu penyelesaian. Selesai 948 MW di 2017,” katanya.

Selain membangun pembangkit listrik, PLN juga membangun transmisi agar listrik dari pembangkit bisa dialirkan ke rumah-rumah masyarakat.

Made menambahkan, pembangkit listrik yang dibangun dalam proyek ini pun beragam dengan masa konstruksi ada yang dalam hitungan bulan dan ada yang dalam hitungan tahun. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang hanya memakan waktu sekitar 7 bulan dan dapat langsung beroperasi.

“Paling mudah pembangunan PLTMG 6-7 bulan selesai, artinya di sana menggunakan mesin gas, konsep diesel tapi menggunakan mesin gas,” kata Made.

“35.000 MW enggak hanya bangun pembangkit. Ada kewajiban transmisi 46.000 kms,” tutur Made.