Jakarta, Triknews.net – PT PLN (Persero) menuturkan akan fokus pada pengembangan dan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) untuk sejumlah proyek pembangkit listrik. Mengapa hal ini dilakukan PLN?

Menurut Direktur Utama PLN Sofyan Basir, ada dua hal yang menjadi alasan mengapa mereka fokus di sektor EBT. Pertama, pihaknya ingin mengejar target pemanfaat-an energi baru terbarukan hingga 23 persen pada 2025.

Kedua, PLN juga berusaha membeli EBT dengan harga yang efisien agar bisa menekan biaya pokok produksi (BPP). Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 12 Tahun 2017 tentang pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik.

Hal itu disampaikan Sofyan kepada awak media saat mengunjungi perusahaan Dongfang Huanseng Povoltaic di Jiansu, Tiongkok, Rabu (6/12).

Peraturan yang telah disempurnakan dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tersebut mengatur harga listrik EBT menjadi lebih efisien. Demi efisiensi itu juga, kata Sofyan, PLN sejak 1-2 tahun terakhir menerapkan sistem pembelian langsung ke pengembang, tak lagi melalui middle man atau trader.

“Dengan pola itu efisiensinya luar biasa, bisa sampai 30-40 persen. Jadi terutama setahun terakhir ini kita terus melakukan survei dan penjajakan agar PLN bisa mendapatkan harga kompetitif dengan kualitas terbaik. Harapannya harga ini nantinya bisa menekan BPP PLN, terutama untuk EBT,” ungkap Sofyan.