Jakarta –¬†Untuk menyelamatkan citra Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartaro¬†seharusnya undur diri dari Kabinet Kerja usai disahkan sebagai Ketua Umum Partai Golkar di Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar, pekan depan.

Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan, mundurnya Airlangga ataupun perombakan kabinet alias resfuffle adalah langkah terbaik. Sebab, Presiden pernah menyatakan komitmen, walau tidak tertulis, soal pelarangan rangkap jabatan Menteri. Sementara, pemimpin dilihat masyarakat dari konsistensinya. Jika tidak, itu akan berbalik menyerang citra Jokowi.

“Daripada nanti menimbulkan citra negatif, lebih Pak Airlangga mundur dari menteri,” ucap dia, hari ini.

Dengan mundur dari jabatan Menteri, lanjutnya, Airlangga bisa lebih fokus mengatasi permasalahan di internal Golkar dalam rangka menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Secara umum, kata Karyono, ada sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan Airlangga. Pertama, menyiapkan berbagai langkah untuk kembali membuat interal Golkar kembali solid. Kedua, mengembalikan citra Golkar untuk menghadapi agenda politik.

“Dia (Airlangga) harus mundur dari kabinet supaya bisa fokus,” ujarnya.

Terkait dengan jadwal pengumuman reshuffle, Karyono memprediksi itu akan dilakukan seusai Munaslub Partai Golkar. Setidaknya, dua posisi berbarengan diganti. Yakni, Menteri Perindustrian dengan Menteri Sosial yang kini ditempati Khofifah Indar Parawansa. Nama terakhir sudah berkomitmen untuk maju sebagai kandidat Gubernur Jawa Timur di Pilkada 2018.

“Saya kira akan bareng dengan Khofifah itu akan lebih baik. Khofifah mundur karena (menjadi) Cagub Jatim. Nah, kelihatannya akan lebih baik bareng, tidak terlalu lama juga. Kan bulan depan sudah mulai pendaftaran (bakal calon Gubernur) di KPU,” tukas Karyono.