Jakarta – Ketua Cabang GMKI Jakarta, Agung Tamtam Sanjaya mengakui bahwa permasalahan kemacetan telah menjadi momok yang menakutkan bagi warga DKI. Dampak kemacetan pun beragama mulai dari naiknya biaya konsumsi bahan bakar, lamanya suatu perjalanan, polusi udara yang membuat Jakarta tidak nyaman.

“Pemerintah harus memberikan solusi konkrit untuk permasalahan kemacetan, adanya MRT dan LRT harus didukung dan disupport penuh, jangan seperti kejadian di masa lalu yang kemudian menjadi proyek mangkrak,” ungkap Tamtam.

Hal itu mengemuka saat Diskusi Publik dengan tema : “Percepatan Pembangunan Infrastruktur untuk Mengatasi Kemacetan di Ibukota Jakarta dan Implikasi terhadap Investasi dan Perekonomian” di Restoran Handayani Prima, Matraman, Jakarta Timur yang diinisiasi GMKI Jakarta, Jumat (15/12).

Hadir sebagai pembicara adalah Victor Aritonang ( Ketua Kadin Jakarta Pusat ), AKBP Budiyanto ( Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya ) dan Isman Widodo ( Kepala Divisi Engineering LRT PT Adhi Karya ).

Victor Aritonang selaku Ketua Kadin Jakarta Pusat mengatakan bahwa Pembangunan Infrastruktur diwilayah Ibukota Jakarta sangatlah terlambat. Rencana pembangunan di Ibukota Jakarta sudah dimulai dari Tahun 1993. Sehingga perkembangan Ibukota Jakarta seakan tidak memiliki arah yang jelas, sehingga dibawah Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru pembangunan Infrastruktur harusnya lebih ditujukan untuk pembangunan ekonomi masyarakat serta untuk menarik minat Investor.

“Perlu banyak diskusi dan kajian agar dapat menghasilkan solusi konkrit dalam mengatasi kemacetan di Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, AKBP Budiyanto, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa fokus dari Ditlantas Polda Metro Jaya sekarang ini adalah mengatasi kemacetan yang diakibatkan pembangunan infrastruktur di Jakarta.

Ditambahkan oleh AKBP Budiyanto bahwa pembangunan infrastruktur sangat diperlukan karena sudah tidak sebanding lagi dengan pertumbuhan kendaraan.

“Ini adalah salah satu faktor pemicu kemacetan di Jakarta, ada juga faktor lainnya seperti banyaknya masyarakat yang belum disiplin untuk mematuhi hukum, sehingga selain timbul kemacetan, timbul juga kecelakaan lalu lintas, timbul juga permasalahan hukum,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Isman Widodo, Kepala Divisi Engineering LRT PT Adhi Karya, mengatakan bahwa, Adhi Karya sedang mempercepat pembangunan LRT yang bertujuan meningkatkan penggunaan transportasi umum dan menekan penggunaan kendaraan pribadi. Disampaikan pula bahwa, LRT kedepannya tidak hanya sebagai infrastruktur saja tetapi digunakan untuk mengubah gaya hidup masyarakat Jakarta untuk lebih menggunakan fasilitas publik ketimbang barang pribadi.

“LRT juga akan meningkat perekonomian masyarakat di sekitar stasiun dan akan terintegrasi dengan transportasi umum lainnya,” tandasnya.

Kegiatan diskusi publik ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai kampus dan pemuda dari berbagai OKP.