Jakarta – Kelompok mahasiswa tergabung dalam Komite Mahasiswa Indonesia (KMI) berencana akan menggelar aksi akbar turun ke jalan bertema Jokowi-JK gagal, di Istana Negara dan Gedung DPR/MPR RI pada Senin (22/1/2018) . Terlebih mereka juga menuntut permasalahan impor beras yang sedang hangat-hangatnya menjadi perhatian publik Indonesia.

“Nanti akan ada ribuan mahasiswa se Jakarta untuk melakukan aksi akbar menyerukan Jokowi-JK gagal,” tegasnya.

“Indonesia adalah paru-paru dunia, baik itu padi dan rempah-rempah yang ada di bumi Nusantara. Kenapa Pemerintahan Jokowi masih harus mengimpor beras ??,” tanya Ketua KMI Jhon Fadli saat menggelar rapat teklap di bilangan Cikini Raya Menteng Jakarta Pusat, hari ini.

Menurutnya, impor beras adalah bagian dari pada pengabaian, penghianatan negara terhadap Petani. “Negara jelas-jelas mengabaikan jerih payah Petani,” tegas Fadli.

Selain itu, kata dia, dalam aksinya nanti mereka akan menyampaikan beberapa poin tuntutannya menyikapi persoalan janji pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang ternyata tidak terlaksana hingga saat ini.

Pertama adalah mendesak MPR/DPR RI segera mengadakan sidang Istimewa menyikapi kebijakan pemerintahan Jokowi-JK dan segera stabilkan ekonomi rakyat. Berikutnya adalah stop impor beras, stop buka lembaran hutang luar negeri. Kata Fadli, persoalan utang luar negeri yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi hingga tahun ini utang negara disampaikan Fadli hampir menyentuh angka Rp4.000 triliun.

“Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), jumlah utang pemerintah di akhir 2014 tercatat Rp2.604,93 triliun. Dan hingga akhir Mei 2017 lalu, jumlah total utang luar negeri Indonesia mencapai Rp3.672,33 triliun. Jumlah utang luar negeri RI meningkat hingga Rp 1.067,4 triliun sejak awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2014 hingga Mei 2017,” bebernya.

Kondisi tidak sehat ini pun ditambah dengan beberapa poin janji Jokowi-JK yang tidak terlaksana dengan baik, yakni dibukanya keran ekspor beras, padahal ketika berkampanye di tahun 2014 lalu keduanya sepakat untuk tidak ekspor di sektor pangan. Kemudian ada juga janji kampanye Jokowi-JK yang sampai saat ini belum terlaksana yakni menarik kembali perusahaan telekomunikasi Indosat ke tangan pemerintah Indonesia.

“Dulu katanya mau buy back Indosat, tapi sampai 3 tahun berkuasa belum juga terlaksana,” tambahnya.

“Jokowi-JK gagal realisasikan janji-janji kampanyenya. Rakyat harus pandai pilih pemimpin untuk kedepannya,” tandasnya.