Jakarta – Koordinator Intip Kasus Comunity Bung Rey menyoroti insiden cekcok mulut yang berujung perkelaihan dan menimbulkan korban jiwa di area parkir diskotek Lipss Club Bogor, Sabtu (20/1/2018). Pasalnya, kejadian ini mengakibatkan seorang korban FW tewas karena tertembak oleh Briptu AR, anggota Polri dari satuan Brimob, pada saat mempertahannkan senjata yang coba direbut oleh FW.

“Kasus ini adalah murni kriminalitas, dan kami yakin Polri bertindak profesional menanganinya. Meskipun anggota tersebut berupaya mempertahankan senjatanya yang diduga direbut oleh FW dan teman-temannya,” tegas Bung Rey, hari ini.

Lebih lanjut, Bung Rey menyakini anggota Satuan Brimob melakukan upaya tersebut dalam keadaan terdesak karena ada diduga diawali unsur penganiayaan terhadap dirinya dan tunangannya. Meskipun demikian, kata Bung Rey, Kapolri pastinya akan menindak tegas oknum anggotanya jika terbukti bersalah, meskipun diketahui bahwa yang dilakukan oleh anggota tersebut adalah upaya untuk mempertahankan senjatanya yang berusaha direbut.

“Kejadian ini harus diusut dari awal kejadian, jangan langsung menyudutkan ke anggota Polisinya. Dalam rangka mempertahankan diri, bisa melakukan upaya diskresi apalagi menurut kabar tunangannya juga jadi korban penganiayaan. Ini perempuan lho, kok ikut dianiaya juga,” ucapnya.

Lebih jauh, Bung Rey menegaskan bahwa masalah ini adalah murni pribadi dan kriminal bukan institusi. Jangan ada yang membuat perkeruh suasana apalagi beredar meme untuk memojokkan Kapolri. Pihaknya secara tegas mengutuknya, karena masalah tersebut tidak ada hubungannya masalah itu dengan pimpinan Polri.

“Kejar penyebar meme yang menyulut suasana semakin panas. Itu adalah benih saracen, yang berusaha mengadu domba. Tangkap akun-akun yang menyudutkan institusi Polri dan yang mengadu domba,” tuturnya.

“Kami turut berbela sungkawa dengan kejadian ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, kejadian tersebut berawal dari cekcok antara Briptu AR dengan FW. Briptu AR yang akan keluar area parkir secara bersamaan muncul FW dan teman-temannya yang akan memarkirnya kendaraan. Karena tidak ada yang megalah maka terjadilah cekcok antara Briptu AR dan rombongan FW. Beberapa teman FW akhirnya turun dan mengeroyok Briptu AR.

Karena kondisi terdesak maka Briptu AR mengeluarkan senjata api namun senjata itu direbut oleh FW dan teman-temannya. Pada saat perebutan tersebut FW tertembak di bagian dada dan akhirnya tewas. Briptu AR yang dikeroyok oleh teman-teman FW saat ini dalam kondisi kritis di RS Polri. Seperti diketahui bawah FW adalah anggota/kader aktif Partai Gerindra yang sempat beberapa kali menjadi pengawal Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.