TANGERANG, Triknews.net – Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Bakah, Haji Syamsu mengatakan bahwa seluruh pengurus masjid dan masyarakat di Cluster Anggrek Loka, Serpong Utara, Tangerang ternyata sepakat untuk tidak ada siapapun yang mencoba menjadikan masjid di lingkungan mereka untuk kegiatan politik praktis sekalipun dibungkus dengan kegiatan keagamaan.

“Kami DKM Masjid Al-Barkah beserta warga dan jamaah sepakat menolak masjid sebagai tampat politik praktis dan kami tidak menerima kelompok manapun yang ingin mempolitisasi masjid karena hal tersebut dapat memecah persatuan dan kesatuan umat,” kata Haji Syamsu dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (16/3/2018).

Kesepakatan yang terbangun dari seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama di Cluster Anggrek Loka tersebut, Haji Syamsu langsung mengumpulkan seluruh pengurus Masjid Al Barkah dan perwakilan beberapa warga sekitar untuk mendeklarasikan penolakan terhadap upaya politik praktis dan simpatisan beraktifitas politik dan kampanye di lingkungan masjid.

“Deklarasi dan pernyataan sikap bersama ini merupakan inisiatif kami dari pengurus Masjid untuk menyikapi dinamika sosial dan adanya kecenderungan pemanfaatan masjid dan simbol-simbol keagamaan lainnya untuk kepentingan politik praktis atau kampanye terselubung,” terangnya.

Usai membacakan deklarasi tersebut, Haji Syamsu dan beberapa jajaran pengurus Masjid bersama perwakilan warga langsung memasang spanduk pernyataan sikap mereka di depan pintu masuk masjid. Harapannya agar sikap dan seruan tersebut dapat dibaca dan dipahami oleh seluruh masyarakat dan umat Islam yang ada, bahwa persatuan dan kesatuan ummat adalah segala-galanya, dibanding harus bercerai berai dan bertikai hanya karena perbedaan pilihan politik semata.

“spanduk telah pasangan di depan pintu utama Masjid al-Barkah yang rencananya akan terus dipasang sampai pelaksanaan Pemilu 2019. Dimaksudkan agar setiap jamaah, ustadz dan siapapun yang ke masjid al-Barkah bisa diingatkan bahwa masjid merupakan pusat kegiatan ibadah, bukan tempat kegiatan politik dan kampanye,” tutupnya. (red)