Jakarta, Triknews.net — Paramadina Institute of Ethics and Civilization (PIEC) bekerjasama dengan Yayasan Jalin Perdamaian dan Badan Intelijen Keamanan POLRI, menyelenggarakan acara talkshow “Membentengi Pemuda dari Ekstremisme dan Terorisme” di Auditorium Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Selasa (27/03/2018).

Dalam release yang diterima Triknews.net, acara tersebut digelar demi memberi pemahaman kepada para pemuda agar tidak terinfiltrasi radikalisme dan terorisme agama. Sebab dalam beberapa waktu terakhir, ada tren pelanggaran kebebasan beragama yang kian menguat di negeri ini.

“Faktanya, pada pertengahan Januari 2018 lalu, Setara Institute telah merilis laporan yang cukup memilukan. Sepanjang 2017, ada 155 pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan di 29 provinsi. Jawa Barat menempati posisi tertinggi dengan 29 pelanggaran. Lalu disusul DKI Jakarta (26 pelanggaran), Jawa Tengah (14), Jawa Timur (12), Banten (10), dan daerah-daerah lain,” demikian bunyi release-nya, Selasa (27/03/2018).

Lebih lanjut, PIEC juga menyatakan bahwa data tersebut juga diperparah dengan beberapa kasus intoleransi agama yang terjadi pada awal tahun 2018 di Yogyakarta dan Tangerang.

“Setidaknya, ada tiga pelanggaran yang cukup serius, yaitu pembubaran kegiatan bakti sosial Gereja Katolik St Paulus Pringgolayan, Bantul, Yogyakarta. Kemudian, pengusiran seorang biksu di Tangerang, Banten, karena dicurigai menjalankan ibadah di kediamannya. Lalu, penyerangan (teror) di Gereja Katolik St Lidwina, Trihanggo, Sleman, Yogyakarta, saat perayaan Ekaristi.”

Sebagai tambahan informasi, dalam acara talkshow tersebut, hadir sejumlah pembicara, antara lain: Ust. Sofyan Tsauri (Pengamat Terorisme), Pipip. A. Rifai Hasan, Ph.D (Chairman PIEC), Yudi Zulfahri (Mantan Praktisi Terorisme), Dr. Phil. Suratno (Pakar Antropologi Tobat). Acara ini akan dipandu oleh Zainul Maarif, M.Hum (Peneliti PIEC).